Budayawan Kupas Sejarah Trunojoyo di Masa Orientasi Mahasiswa
- 08 Agt 2025 06:12 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep: Sejarah bukan hanya catatan masa lalu, tetapi cermin reflektif untuk masa depan. Inilah pesan kuat yang dibawakan oleh budayawan dan sejarawan asal Sumenep, Tadjul Arifien R., saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Sakera 2025 di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Bangkalan, Rabu (6/8/2025). Dengan pembawaan naratif yang kuat dan didukung data sejarah yang mendalam, Tadjul mengangkat tema "Raden Trunojoyo" sebagai tokoh penting perlawanan dari Madura terhadap kekuasaan Mataram dan VOC.
“Raden Trunojoyo ialah salah satu sosok penting dalam sejarah perlawanan rakyat Madura," ujarnya. "Perjuangan dan pergerakannya mencerminkan semangat melawan ketidakadilan dan penjajahan, yang patut dipelajari sebagai bagian dari jati diri bangsa.”
Dalam pemaparannya, ia menguraikan secara sistematis berbagai aspek sejarah terkait Trunojoyo, meliputi:
- Raja-raja Mataram dan silsilah Raden Trunojoyo,
- Pemberontakan Pangeran Alit dan pembantaian 6.000 ulama,
- Gugurnya tokoh-tokoh penting seperti Cakraningrat I, Mlayakusuma, dan Pangeran Pekik,
- Tragedi cinta segitiga di lingkungan keraton serta kisah Ratu Malang,
- Kontrak politik Trunojoyo dengan Adipati Anom (putra mahkota Amangkurat I) untuk menggulingkan sang raja,
- Strategi, jalannya perang, hingga gugurnya Trunojoyo oleh keris Ki Blabor milik Amangkurat II,
- Dampak kekalahan Trunojoyo bagi kekuasaan Mataram dan perpolitikan di Madura.
Pemaparan ini disampaikan tidak hanya sebagai bentuk edukasi sejarah, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas lokal di kalangan mahasiswa baru. Di sela acara, peserta juga diajak merenungkan kembali makna perjuangan dengan semangat intelektual masa kini.
Pihak kampus menilai sesi kebudayaan ini menjadi nilai tambah yang memperkuat tema PKKMB tahun ini, “Membumikan Semangat Lokal, Menjulang di Kancah Global.” Pemaparan sejarah Raden Trunojoyo oleh Tadjul Arifien R. tak hanya menghidupkan kembali memori kolektif masyarakat Madura, tetapi juga menyadarkan generasi muda bahwa perjuangan tidak selalu dilakukan dengan senjata. Perjuangan bisa juga lewat pemahaman, pelestarian dan penyebaran nilai-nilai luhur dari sejarah bangsanya. Sebuah pesan bahwa kampus bukan hanya tempat mencari gelar, tapi juga ladang menumbuhkan kesadaran akan identitas dan tanggung jawab budaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....