Guru Sekolah Inklusi : Butuh ‘Capasity Building’ Berkelanjutan
- 25 Jul 2025 16:53 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep : Menjadi tenaga pendidik di sekolah inklusi tidaklah mudah, butuh untuk meningkatkan kemampuan mengajar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Hal ini disampaikan Pendidik sekaligus aktivis perempuan dari Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Sumenep, Nunung Fitriana.
“Kalau saya sebagai pendidik, apapun kondisi anak harus diterima pihak sekolah karena pendidikan adalah hak dasar,” ujarnya saat menjadi narasumber di Pro 2 RRI Sumenep, Jumat (25/7/2025). “Tapi khusus untuk difabel ekstrim itu sebaiknya di Sekolah Luar Biasa (SLB).”
Ia berharap kedepan di setiap kecamatan ada SLB. Ia menegaskan setiap anak baik normal atau berkebutuhan khusus harus mendapatkan hak pendidikan yang sama.
Sementara itu, ia berharap tenaga pendidik di sekolah inklusi – sekolah umum yang menampung ABK – mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan mereka.
“Saya selalu menginginkan adanya capacity building yang berkelanjutan untuk para guru – guru,” ucapnya. “Maksud saya tidak hanya sekilas – sekilas, tapi ada pelatihan langsung menghadapi anaknya harus seperti apa.”
Sejauh ini guru di sekolah inklusi meski terbatan dengan fasilitas yang mendukung kebutuha ABK, para pendidik memberikan waktu lebih untuk memaksimalkan pengajaran kepada ABK.
“Sementara ini belum ada fasilitas khusus, misal kalau penglihatannya bermasalah kami taruh depan, kami lebih kepada menyediakan waktu khusus dan ekstra untuk mengajari mereka,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....