Meteor Akhir Juli Hiasi Langit Indonesia

  • 25 Jul 2025 03:36 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Langit Indonesia akan menjadi panggung alami spektakuler pada akhir Juli 2025. Dua fenomena hujan meteor, Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids, diprediksi mencapai puncaknya pada Selasa (29/7/2025) dan Rabu (30/7/2025) malam. Bagi para pecinta langit malam, ini adalah momen langka yang layak dinanti.

Menurut keterangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), peristiwa ini dapat disaksikan hampir di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Sumenep, dengan catatan tertentu. Kepala Peneliti Astronomi BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa meteor Southern Delta Aquariids diperkirakan akan memunculkan sekitar 20 meteor per jam, sementara Alpha Capricornids menambah keindahan dengan 10 meteor per jam.

“Fenomena ini bisa diamati setelah tengah malam hingga menjelang subuh, ketika langit cukup gelap dan bebas dari cahaya Bulan maupun polusi cahaya,” ujar Thomas.

Hujan meteor Southern Delta Aquariids sendiri aktif sejak 18 Juli 2025 dan akan berlangsung hingga 12 Agustus 2025. Sedangkan Alpha Capricornids mulai menampakkan diri sejak 7 Juli 2025 hingga 15 Agustus 2025. Meski kedua fenomena ini memiliki puncak yang berdekatan, intensitasnya saling melengkapi, menciptakan panorama langit malam yang memesona.

Bagi warga Sumenep, peluang menyaksikan fenomena langit ini cukup terbuka. Namun, diperlukan alat bantu khusus, seperti teleskop dengan sensor cahaya rendah atau kamera DSLR dengan pengaturan long exposure, terutama jika langit terhalang cuaca atau polusi cahaya. Hal ini dikarenakan posisi rasi bintang Aquarius—asal mula Southern Delta Aquariids—berada di cakrawala selatan dan cenderung rendah dari ufuk jika dilihat dari kawasan Madura.

Meski begitu, pengamatan dengan mata telanjang juga bisa dilakukan, selama langit dalam kondisi gelap gulita dan bebas dari hambatan visual seperti gedung atau pohon besar. Lokasi ideal untuk menyaksikannya antara lain kawasan pegunungan, pesisir pantai, atau daerah pedesaan yang jauh dari pusat kota.

Fenomena hujan meteor ini tidak menimbulkan dampak berbahaya bagi kehidupan di Bumi. Tidak ada risiko tumbukan atau ledakan. Meteor yang terlihat merupakan serpihan kecil dari komet yang terbakar di atmosfer dan menciptakan jejak cahaya indah.

"Ini murni peristiwa alam yang aman," kata Thomas. "Justru jadi kesempatan untuk edukasi dan mengajak masyarakat lebih mengenal langit.”

Bagi sekolah-sekolah, komunitas astronomi, atau keluarga di Sumenep yang ingin menjadikannya sebagai momen edukatif, akhir Juli ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk menggelar pengamatan bersama. Siapkan kamera, matikan lampu, dan nikmati langit yang sedang ‘bercerita’ lewat cahaya dari angkasa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....