Mengenal Embun Upas: Fenomena Dingin yang Membekukan Alam
- 23 Jul 2025 17:31 WIB
- Sumenep
BRN, Sumenep: Embun upas adalah fenomena alam yang terjadi di dataran tinggi ketika suhu udara turun drastis hingga mencapai titik beku. Kata "upas" sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti racun atau sesuatu yang merusak, karena embun ini memang dapat mematikan tanaman atau membuatnya layu akibat suhu ekstrem.
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), embun upas merupakan butiran es halus yang terbentuk di permukaan tanah, rumput, atau dedaunan akibat kondensasi uap air yang kemudian membeku. Fenomena ini biasanya terjadi pada malam hari hingga dini hari saat suhu berada di bawah 0°C, dan udara sangat kering.
Fenomena ini sering dijumpai di kawasan pegunungan seperti: Dieng, Jawa Tengah, Bromo, Jawa Timur, Ranu Pani dan Semeru dan Pegunungan tinggi lain di atas 2.000 meter di atas permukaan laut. Embun upas bisa memunculkan pemandangan indah seperti selimut kristal di atas rerumputan atau ladang, tetapi dampaknya terhadap tanaman cukup signifikan. Embun ini bisa membuat daun menjadi kering, bahkan membunuh tanaman sayur seperti kentang, kol, atau wortel yang sedang masa panen.
Menurut kajian dari Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer – BRIN (2022), fenomena ini dipengaruhi oleh beberapa kondisi atmosfer: Suhu udara sangat rendah – biasanya di bawah 0°C, langit cerah – tidak ada awan yang menahan panas bumi, udara kering – kelembapan rendah memicu pembekuan uap air lebih cepat, serta kondisi angin yang tenang – mempermudah proses radiasi dingin dari permukaan tanah. BMKG mencatat bahwa embun upas lebih sering terjadi pada musim kemarau sekitar bulan Juli hingga Agustus, saat angin timur kering dari Australia berembus ke wilayah Indonesia.
Ini adalah fenomena yang unik dan Instagramable namun Perlu Diwaspadai. Embun upas sering menjadi konten viral karena tampak seperti "salju tropis". Namun masyarakat perlu berhati-hati karena selain berpotensi merusak tanaman, suhu ekstrem ini bisa menimbulkan hipotermia bagi pendaki atau wisatawan yang tidak mempersiapkan diri dengan pakaian hangat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....