Hewan yang Dikira Punah Ditemukan Kembali di Papua
- 18 Jun 2025 14:13 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep : Setelah lebih dari enam dekade menghilang dari catatan ilmiah, salah satu hewan paling langka di dunia akhirnya muncul kembali. Nokdiak moncong panjang, atau dalam nama ilmiahnya Zaglossus attenboroughi, berhasil direkam oleh kamera jebak di hutan pegunungan Cyclops, Papua.
Penemuan ini menjadi titik balik penting dalam upaya konservasi satwa langka di Indonesia. Nokdiak moncong panjang merupakan jenis ekidna, mamalia unik yang bertelur. Tubuhnya ditutupi duri seperti landak, dengan moncong panjang untuk mencari serangga dan cacing di dalam tanah. Spesies ini termasuk dalam kelompok monotremata, kelompok mamalia paling primitif yang hanya terdiri dari lima spesies di dunia, termasuk platipus di Australia.
Hewan ini menjadi istimewa karena statusnya yang sangat langka dan hampir tak terlihat sejak 1961. Sehingga banyak ilmuwan menduga hewan ini telah punah. Namun harapan kembali muncul berkat teknologi dan kerja keras tim peneliti.
Pada 2023, tim gabungan dari Universitas Oxford, Universitas Cenderawasih, BRIN, YAPPENDA, dan beberapa lembaga konservasi lainnya memulai ekspedisi di kawasan Pegunungan Cyclops, Jayapura. Wilayah ini dikenal sebagai rumah terakhir nokdiak moncong panjang, dengan ekosistem pegunungan yang lembap dan tertutup kabut.
Selama berbulan-bulan, mereka memasang lebih dari 80 kamera jebak di hutan. Pada hari terakhir ekspedisi, kejutan besar terjadi kamera berhasil merekam gambar seekor nokdiak sedang berjalan di tengah malam. Ini merupakan bukti visual pertama dalam lebih dari 60 tahun bahwa spesies tersebut masih hidup.
Masyarakat adat di sekitar pegunungan menyebut hewan ini dengan nama lokal “payangko” dan menganggapnya sebagai makhluk yang sakral. Mereka melindungi habitatnya secara turun-temurun, menjadikan nilai kearifan lokal sebagai bagian penting dari konservasi.
Secara ekologis, kehadiran nokdiak menunjukkan bahwa hutan Cyclops masih menyimpan keanekaragaman hayati luar biasa, termasuk spesies yang belum pernah ditemukan kembali oleh sains modern. Saat ini, Zaglossus attenboroughi masuk dalam daftar Critically Endangered (kritis) oleh IUCN.
Penemuan ini membuka peluang baru untuk menyusun rencana konservasi yang lebih terarah dan berbasis data nyata. Tim peneliti berencana melakukan pemantauan jangka panjang dan bekerja sama dengan masyarakat lokal untuk menjaga habitat asli hewan ini. Mereka juga mendorong dukungan dari pemerintah dan dunia internasional agar spesies ini bisa terus bertahan.
Penemuan kembali nokdiak moncong panjang bukan hanya kabar baik bagi dunia sains, tapi juga menjadi simbol harapan bagi upaya pelestarian satwa langka di Indonesia. Di tengah kekhawatiran akan hilangnya spesies, kisah ini membuktikan bahwa alam masih menyimpan keajaiban asal kita terus menjaga dan mencarinya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....