Bencana Iklim Ganggu Pendidikan Ratusan Juta Siswa di Dunia
- 17 Sep 2026 18:14 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Sebanyak 171 juta siswa di dunia mengalami gangguan pendidikan akibat bencana iklim sepanjang 2025. Temuan tersebut disampaikan UNICEF (United Nations Children's Fund) berdasarkan data dari 106 negara dan wilayah.
Mengutip Al Jazeera, gangguan terjadi akibat badai, banjir, gelombang panas, kekeringan, dan kebakaran hutan. Dampaknya mencakup penutupan sekolah, kerusakan fasilitas, berkurangnya waktu belajar, hingga meningkatnya risiko putus sekolah.
Sekitar 75 persen siswa terdampak tinggal di negara berpendapatan rendah dan menengah bawah. Sistem pendidikan di negara-negara tersebut sering kekurangan sumber daya untuk menghadapi keadaan darurat iklim.
UNICEF juga mencatat dampak yang lebih berat terhadap pendidikan anak perempuan. Kerusakan sekolah, perpindahan penduduk, kehilangan pendapatan keluarga, dan tanggung jawab domestik meningkatkan risiko mereka berhenti sekolah.
Badai menjadi penyebab utama gangguan pendidikan pada 2025, dengan 109 juta siswa terdampak. Banjir mengganggu pendidikan sedikitnya 70 juta siswa, sementara gelombang panas berdampak sekitar 50 juta anak.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan laporan UNICEF untuk 2024, yang mencatat hampir 250 juta anak terdampak. UNICEF menjelaskan perbedaan tersebut dipengaruhi perubahan metodologi pengumpulan data.
UNICEF memperingatkan dampak jangka panjang terhadap masa depan anak-anak yang pendidikannya terganggu. Lembaga itu memperkirakan kerugian pendapatan seumur hidup dapat mencapai 200 miliar dolar AS.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....