Drama Televisi Tiongkok Bangkitkan Kembali Opera Tradisional Qinqiang
- 16 Jun 2026 04:14 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Drama televisi Tiongkok berjudul Zhu Jue sukses mencatatkan rekor penonton prime time tertinggi selama tiga tahun terakhir. Serial 48 episode tersebut mengangkat kisah perjalanan seniman opera tradisional Qinqiang yang penuh perjuangan. Kesuksesan tayangan itu turut memicu kebangkitan minat masyarakat terhadap budaya opera kuno Tiongkok.
Serial Zhu Jue merupakan adaptasi novel pemenang Penghargaan Sastra Mao Dun karya penulis ternama. Drama ini diproduseri eksekutif oleh sineas legendaris Zhang Yimou yang dikenal melalui karya sinematiknya. Penayangan terakhirnya berlangsung di China Central Television pada Minggu lalu.
Kisah utama mengikuti kehidupan Yi Qin’e, seorang penyanyi Qinqiang fiksi selama hampir lima dekade. Cerita dimulai pada akhir periode Revolusi Kebudayaan ketika opera tradisional dilarang pemerintah. Alur kemudian berlanjut hingga masa modern dengan perubahan besar dunia seni pertunjukan.
Berdasarkan data pemantau industri CVB (China Audiovisual Big Data), tayangan tersebut meraih lebih dari empat persen pangsa penonton nasional. Menurut laman China Daily, angka itu menjadikan Zhu Jue sebagai program unggulan dalam jadwal utama televisi nasional. Penonton memuji realisme cerita, akting kuat, serta adaptasi novel yang dianggap setia.
Opera Qinqiang dikenal memiliki vokal tajam, irama perkusi kuat, serta cerita emosional khas masyarakat Tiongkok. Popularitas drama tersebut memberikan peluang besar bagi seni tradisional itu menjangkau generasi baru. Para pelaku seni melihat momentum ini sebagai kesempatan memperkenalkan budaya kepada masyarakat luas.
Presiden Institut Penelitian Opera Shaanxi, Li Mei, mengatakan pertunjukan mereka kini selalu dipenuhi penonton. Ia menyebut undangan pentas datang dari berbagai kota besar seperti Shanghai dan Guangzhou. Kondisi tersebut mematahkan pola lama pertunjukan Qinqiang yang hanya beredar wilayah barat laut Tiongkok.
Perubahan paling terlihat adalah meningkatnya jumlah penonton muda yang menghadiri pertunjukan langsung. Sebelumnya, mayoritas penggemar opera tersebut berasal dari kelompok usia lanjut. Kini generasi muda mulai mengenal Qinqiang melalui drama televisi populer tersebut.
Namun, Li Mei mengingatkan popularitas sementara tidak selalu menjamin keberlangsungan seni tradisional. Menurutnya, pelaku seni harus memanfaatkan perhatian publik untuk memperbaiki kualitas pertunjukan. Upaya tersebut diperlukan agar masyarakat terus tertarik kembali menikmati opera Qinqiang.
Bagi para pemain Qinqiang, kisah dalam Zhu Jue menggambarkan perjuangan nyata perjalanan karier mereka. Banyak seniman harus melewati latihan panjang sebelum memperoleh kesempatan tampil sebagai pemeran utama. Ketekunan menjadi bagian penting dalam membangun seorang bintang opera sejati.
Institut Penelitian Opera Shaanxi yang berdiri sejak 1938 terus menjaga keberadaan seni tradisional tersebut. Lembaga itu melakukan pengarsipan berbagai opera lokal melalui dokumentasi naskah, musik, dan rekaman panggung. Kebangkitan Qinqiang diharapkan menjadi langkah baru dalam pelestarian budaya Tiongkok.
Kesuksesan Zhu Jue menunjukkan kekuatan media modern dalam mengenalkan warisan budaya lama. Drama televisi tersebut berhasil menghubungkan sejarah, seni, dan kehidupan seniman tradisional. Fenomena ini menjadi contoh bagaimana hiburan dapat mendukung pelestarian budaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....