Harga Pupuk Melonjak, Krisis Utang Petani Thailand Kian Memburuk

  • 11 Jun 2026 18:52 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Krisis utang petani di Thailand semakin memburuk akibat lonjakan biaya produksi dan harga gabah menurun. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi pemerintahan Perdana Menteri Anutin Charnvirakul.

Kenaikan harga bahan bakar dan pupuk dipicu dampak konflik Iran yang memengaruhi pasar global, demikian dilansir dari The Straits Times. Harga solar sempat melonjak lebih dari 60 persen, sementara pupuk naik lebih dari 30 persen.

Banyak petani mengeluhkan pemerintah belum mampu memberikan solusi efektif terhadap masalah tersebut. Dukungan publik terhadap pemerintahan Anutin pun mulai menurun dalam beberapa bulan terakhir.

Perekonomian Thailand masih menghadapi tekanan akibat pertumbuhan yang lambat sejak pandemi. Tingginya utang rumah tangga dan lemahnya permintaan domestik memperparah situasi ekonomi nasional.

Pemerintah telah meluncurkan berbagai program bantuan dan subsidi bagi masyarakat. Namun, kalangan petani menilai bantuan tersebut belum cukup menutupi kenaikan biaya produksi.

Seorang petani padi di Ayutthaya, mengaku menanggung utang lebih dari satu juta baht. Kerugian akibat mahalnya pupuk dan murahnya harga gabah terus menambah beban keuangannya.

Laporan bank sentral menunjukkan lebih dari separuh petani peminjam terjebak dalam lingkaran utang. Para petani berharap pemerintah segera menghadirkan kebijakan yang mampu meningkatkan pendapatan mereka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....