Polinema Top 10 ReClicKS, Kembangkan Smart Farming Surya di Sumenep

  • 01 Mei 2026 19:38 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Jakarta – Politeknik Negeri Malang (Polinema) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional dengan berhasil masuk dalam jajaran Top 10 penerima hibah riset program ReClicKS dengan pendanaan sebesar 15.000 CAD. Pengumuman tersebut disampaikan dalam awarding session yang digelar di Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), Jakarta Selatan, Kamis 30 April 2026.

Program ini merupakan bagian dari kolaborasi strategis antara Pemerintah Indonesia dan Kanada melalui Fincapes Project, PYC, serta University of Waterloo. Inisiatif ini bertujuan mendorong inovasi riset yang berfokus pada solusi pembiayaan iklim berbasis komunitas.

Proposal Polinema yang lolos seleksi mengangkat judul “Techno-Economic Analysis of IoT-Integrated Solar Smart Farming: A Pathway for Sustainable Community-Based Climate Finance in Sumenep, Indonesia”. Topik ini dinilai relevan dengan kebutuhan global dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui integrasi teknologi dan energi terbarukan.

Tim peneliti berasal dari Jurusan Teknologi Informasi Polinema yang dipimpin oleh Habibie Ed Dien, bersama anggota tim Ade Ismail, M. Hasyim Ratsanjani, dan Vit Zuraida. Dalam pelaksanaannya, tim ini juga menggandeng mitra lapangan, yakni Arasa Sociopreneur Action (ASA) yang berbasis di Sumenep, Madura.

Kolaborasi ini menjadi kekuatan utama dalam mengintegrasikan pendekatan akademik dengan kebutuhan riil masyarakat melalui konsep sociopreneurship. Riset yang dikembangkan berfokus pada sistem smart farming berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid.

Sistem tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi produksi pertanian sekaligus menekan biaya operasional melalui otomatisasi dan pemanfaatan energi bersih. Selain itu, penelitian ini juga menitikberatkan pada analisis kelayakan ekonomi, seperti Return on Investment (ROI), Net Present Value (NPV), serta potensi pengurangan emisi karbon.

Tak hanya aspek teknologi, riset ini juga mengedepankan prinsip inklusivitas sosial melalui pendekatan Gender Equality, Social Inclusion, and Equity (GESEI). Dengan pendekatan tersebut, hasil penelitian diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya petani kecil, perempuan, dan kelompok berpenghasilan rendah.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Polinema mampu bersaing di tingkat global dalam menghasilkan riset terapan yang inovatif dan solutif terhadap tantangan perubahan iklim. Hibah ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan model pembiayaan iklim berbasis komunitas yang berkelanjutan serta dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....