Apakah Penurunan Angka Kelahiran Menjadi Tren Global?
- 18 Mar 2025 18:04 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep : Amerika Serikat mencatat sekitar 3, 5 juta kelahiran pada tahun 2023, yang merupakan angka terendah dalam lebih dari 40 tahun, menurut laporan Bloomberg yang mengutip Pusat Statistik Kesehatan Nasional AS. Laporan tersebut, yang didasarkan pada data akta kelahiran, yang dirilis oleh Pusat Statistik Kesehatan Nasional (NCHS), sebuah unit dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit din AS juga mengamati tingkat kesuburan umum juga menurun sebesar 3 persen pada tahun yang sama, turun menjadi 54,5 kelahiran per 1.000 perempuan berusia 15–44 tahun. Hal ini mengonfirmasi angka pergeseran demografi yang didorong oleh perubahan kondisi ekonomi, keterlambatan menjadi orang tua, dan norma-norma sosial yang terus berkembang.
Laman Business Standard juga menandai penurunan sebesar 2 persen dari tahun sebelumnya, yang memperkuat tren jangka panjang berupa penurunan angka kelahiran dan ukuran keluarga yang lebih kecil. Menurut laporan tersebut, penurunan angka kelahiran telah diamati di berbagai kelompok usia, dengan penurunan yang signifikan di kalangan wanita yang lebih muda. Namun, angka kelahiran di kalangan wanita berusia akhir 30-an dan awal 40-an tetap relatif stabil.
Laporan tersebut menyatakan bahwa usia rata-rata ibu yang baru pertama kali melahirkan di AS mencapai 27,5 tahun, usia tertinggi yang pernah tercatat. Angka kelahiran total adalah 1,6 kelahiran per wanita, yang merupakan kelanjutan dari penurunan tahunan sebesar 2 persen sejak 2008. Pada tingkat ini, AS perlu bergantung pada imigrasi untuk mempertahankan tingkat populasinya saat ini. Para ahli berpendapat bahwa faktor-faktor seperti ketidakpastian keuangan, prioritas karier, dan perubahan sikap terhadap keluarga berencana telah berkontribusi terhadap penurunan angka kelahiran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....