Tim TPID Pantau Harga Kebutuhan Pokok Di Pasar
- 12 Des 2025 09:58 WIB
- Sumenep
KBRN.Sumenep: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep kembali menggelar pemantauan harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat di tingkat pasar dan tingkat distributor, menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Pemantauan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok yang dipimpin langsung Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, dilaksanakan, di Pasar Anom Sumenep, Kamis (11/12/2025).
Pemantauan Tim TPID dilakukan pada para pedagang dengan sistem acak, menanyakan langsung kepada para pedagang untuk mengetahui ketersediaan stok, serta harga barang yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. "Sementara ini, dari hasil pemantauan terhadap stok kebutuhan pokok masyarakat, utamanya di Pasar Anom hingga saat ini relatif aman," ungkap Dadang, usai melakukan pemantauan.
Meskipun diakui Dadang, memang ada beberapa harga komoditas yang sedikit mengalami kenaikan terutama di hortikultura, dalam hal ini seperti cabe dan bawang merah. Bahkan, bawang merah ada kenaikan yang cukup tinggi, karena cuaca memang terjadi curah hujan cukup tinggi, sehingga memang harga bawang merah mengalami kenaikan.
Karena itu, pihaknya perlu memastikan nantinya dari pedagang maupun kerja sama antardaerah yang menjadi program prioritas kerja sama dengan daerah-daerah penghasil bawang merah. Sedangkan barang lainnya yang mengalami kenaikan seperti telur juga mengalami kenaikan.
"Jadi pada intinya terhadap stok komoditas di Pasar Anom aman. Sementara dari sisi pembeli, hasil pemantauan tim yang dilakukan pembeli tidak begitu ramai, bisa dikatakan relatif tidak ada pengunjung yang banyak seperti yang terjadi pada hari-hari besar menjelang Nataru dan lainnya," paparnya. Meskipun demikian Dadang berharap pada masyarakat, untuk tidak melakukan pembelian barang-barang kebutuhan pokok secara berlebihan, namun berdasarkan kebutuhan saja.
Sedangkan kenaikan harga ternyata juga pengaruh pasokan program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga posisi harga sejumlah komoditas yang banyak diambil di Pasar Anom untuk kepentingan MBG terjadi kenaikan. "Harga beberapa komoditas diakui mengalami kenaikan terutama seperti telur maupun daging, meskipun kenaikannya masih relatif kecil utamanya harga daging," tandasnya.
Sementara itu, sejumlah komoditas harga kebutuhan pokok di Pasar Anom, yakni harga beras premium SPSH, Rp60.000,- per 5 kilogram, beras medium merk Kepompong/Ikan Paus Rp365.000,- per 25 kilogram, beras lokal Suramadu Rp340.000,- per 25 kilogram, gula pasir dalam negeri Rp16.000,- per kilogram, minyak goreng Sania kemasan botol 2 liter Rp36.000,-, daging sapi murni Rp135.000,- per kilogram, daging ayam kampung Rp100.000,- per kilogram, daging ayam broiler Rp42.000,- per kilogram, telur ayam ras petelur Rp32.000,- per kilogram, cabe besar Rp60.000,- hingga Rp65.000,- per kilogram, cabe rawit kecil Rp80.000,- per kilogram, bawang merah Rp55.000,- per kilogram dan bawang putih Rp30.000,- per kilogram. (Pemkab SUmenep: Ren, Fer - RRI/Titik )