Menjelang Puncak Haji, Jamaah Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

  • 19 Mei 2026 10:12 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 2026 yang insyaallah berlangsung pada 26 Mei mendatang, kondisi kesehatan jamaah haji secara umum masih terpantau stabil. Meski demikian, para jamaah diimbau untuk lebih menjaga kondisi fisik karena suhu udara di Tanah Suci pada siang hari dapat mencapai 48 derajat Celsius.

Ketua Kloter SUB-77 Sumenep, H. Asnawi, Selasa, 19 Mei 2026, menyampaikan bahwa saat ini aktivitas jamaah lebih banyak difokuskan di hotel guna mengurangi risiko kelelahan dan dehidrasi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Arab Saudi.

Menurutnya, jamaah memanfaatkan waktu di penginapan dengan memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, serta mengikuti pembinaan dan pengarahan yang diberikan petugas haji. Kegiatan tersebut dinilai lebih aman sekaligus menjaga stamina menjelang puncak ibadah.

“Kami juga himbau, agar jamaah membatasi aktivitas sunnah yang membutuhkan tenaga ekstra. seperti umrah sunnah berulang, thawaf berkali-kali, maupun aktivitas di luar hotel pada siang hari,” katanya.

https://Baca Juga: Jemaah Sumenep Bersiap Hadapi Puncak Haji https://rri.co.id/sumenep/info-haji/2421968/jemaah-haji-sub-79-sumenep-ikuti-bimbingan-puncak-haji

Selain itu, jamaah juga diminta agar tidak melakukan city tour sebelum seluruh rangkaian Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina, selesai dilaksanakan. Langkah ini dilakukan demi menjaga kondisi fisik jamaah tetap prima.

“Kami mengimbau jamaah agar menjaga stamina dan memprioritaskan kesehatan menjelang puncak haji. Kondisi fisik yang prima sangat penting agar jamaah dapat mengikuti rangkaian ibadah Armuzna dengan baik,” ujar H. Asnawi.

Sementara itu, petugas kesehatan bersama petugas kloter terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jamaah. Mereka juga rutin mengingatkan pentingnya mencukupi konsumsi air putih, menjaga pola istirahat, serta menghindari aktivitas berat di bawah terik matahari demi mencegah gangguan kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....