Sebanyak 15 Calon Jemaah Haji Sumenep Batal Berangkat, 5 Diantaranya Meninggal

  • 14 Apr 2026 17:20 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sumenep, Ahmad Halimy, mengungkapkan sebanyak 15 calon jemaah haji asal Sumenep dipastikan batal berangkat pada musim haji tahun 2026.

Dari jumlah tersebut, lima orang di antaranya meninggal dunia, sementara sepuluh lainnya membatalkan keberangkatan karena berbagai alasan, seperti kondisi kesehatan, faktor pendampingan, hingga pertimbangan pribadi.

“Yang meninggal dunia ada lima orang, sementara lainnya batal karena beberapa faktor, termasuk sakit dan pendamping yang tidak bisa berangkat,” ujarnya, Selasa 14 April 2026.

Ia menjelaskan, pembatalan keberangkatan tidak hanya disebabkan oleh kondisi jemaah itu sendiri, tetapi juga berkaitan dengan pendamping. Jika jemaah yang didampingi meninggal dunia atau tidak dapat berangkat, maka pendampingnya juga otomatis membatalkan keberangkatan.

“Banyak yang batal karena faktor pendampingan. Misalnya, yang didampingi meninggal, maka pendamping juga tidak jadi berangkat,” katanya.

Selain itu, terdapat pula jemaah yang membatalkan keberangkatan karena alasan kesehatan maupun kondisi keluarga, seperti pasangan yang meninggal dunia.

Menurutnya, data jemaah haji bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Pembatalan ini kemudian berdampak pada terbukanya kuota bagi jemaah cadangan untuk naik menjadi jemaah reguler.

Ia juga menyebutkan, jemaah yang meninggal dunia berasal dari sejumlah wilayah di Sumenep, di antaranya Kecamatan Arjasa, Pragaan, dan wilayah Kota Sumenep.

Menjelang keberangkatan haji yang dijadwalkan pada Mei 2026, pihaknya mengimbau seluruh jemaah yang akan berangkat agar menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri dengan baik.

“Kami berharap jemaah yang berangkat bisa menjaga kondisi fisik dan memperdalam manasik, agar pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....