Nusuk Jadi Kunci Akses Ibadah Haji, Kemenhaj Sumenep Ingatkan Jemaah

  • 14 Apr 2026 16:39 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sumenep, Ahmad Halimy, menegaskan pentingnya penggunaan aplikasi Nusuk dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2026.

Menurutnya, Nusuk akan menjadi syarat utama bagi jemaah untuk mengakses berbagai lokasi ibadah di Tanah Suci, mulai dari Masjidil Haram, Masjid Nabawi, hingga Raudhah.

“Nusuk ini sangat penting karena menjadi kunci akses jemaah ke tempat-tempat ibadah. Tanpa Nusuk, jemaah tidak bisa masuk,” ujarnya, Selasa 14 April 2026.

Ia menjelaskan, fungsi Nusuk tidak hanya sebagai alat akses, tetapi juga sebagai identitas resmi jemaah haji. Melalui aplikasi tersebut, akan terverifikasi bahwa seseorang merupakan jemaah haji dengan visa resmi, bukan menggunakan visa turis atau lainnya.

“Nusuk ini bisa dikatakan sebagai pengganti tanda pengenal. Ini menunjukkan bahwa jemaah tersebut benar-benar terdaftar secara resmi,” katanya.

Selain itu, penggunaan Nusuk juga akan diterapkan saat puncak ibadah haji di Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Jemaah diwajibkan menunjukkan Nusuk untuk dapat mengikuti rangkaian ibadah tersebut.

“Ketika wukuf di Arafah maupun mabit di Muzdalifah dan Mina, Nusuk menjadi syarat utama. Kalau tidak memiliki, jemaah bisa tertolak,” ujarnya.

Ahmad Halimy menambahkan, pada tahun ini distribusi Nusuk kepada jemaah Indonesia direncanakan lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya diberikan setibanya di Arab Saudi, tahun ini diupayakan sudah diterima sejak di asrama.

“Ini tentu lebih memudahkan jemaah agar lebih siap sejak awal keberangkatan,” katanya.

Ia berharap, seluruh jemaah dapat memahami pentingnya Nusuk dan menjaga dokumen tersebut dengan baik agar pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lancar tanpa kendala.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....