Screening Calon Jemaah Haji 2026 Dilaksanakan Serentak Sumenep

  • 29 Nov 2025 01:22 WIB
  •  Sumenep

KBRN Sumenep: Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep memastikan proses screening atau pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji tahun 2026 berjalan lancar dan tanpa kendala berarti. Pemeriksaan kesehatan tahap awal tersebut telah dilakukan secara serentak pada September lalu yang tersebar pada 30 puskesmas sesuai dengan kuota jemaah haji yang diterima dari Kementerian Agama.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumenep, Ahmad Syamsuri, menjelaskan bahwa seluruh puskesmas, baik yang berada di wilayah daratan maupun kepulauan, sudah menerima data calon jemaah melalui aplikasi NPA. Selanjutnya, puskesmas memanggil jemaah untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai jadwal masing-masing.

“Kami sudah melaksanakan pemeriksaan kesehatan secara serentak di semua puskesmas pada bulan September. Teman-teman di puskesmas sudah memegang data jemaah, tinggal memanggil dan melakukan pemeriksaan,” ujarnya. Jum'at (28/11/2025).

Syamsuri menegaskan bahwa beberapa jenis pemeriksaan yang tidak dapat dilakukan di puskesmas—seperti pemeriksaan radiologi (rontgen) dan tes laboratorium tertentu—tidak menjadi beban bagi jemaah. Dinkes telah menyiapkan solusi dengan menggandeng Lapkesda maupun laboratorium mitra melalui kerja sama resmi (MoU).

“Untuk pemeriksaan yang tidak bisa dilakukan di puskesmas, seperti rontgen, kami datangkan layanan mobile. Petugas dari lapkesda atau lab mitra datang langsung ke puskesmas sesuai jadwal. Jadi jemaah tidak perlu pergi jauh,” jelasnya.

Langkah ini dilakukan agar proses pemeriksaan tetap merata, efisien, dan memudahkan calon jemaah dari semua kecamatan, terutama mereka yang tinggal di kepulauan atau berusia lanjut.

Syamsuri menekankan bahwa prinsip utama pelaksanaan screening ini adalah tidak memberatkan calon jemaah. Oleh sebab itu, Dinas Kesehatan memastikan seluruh pelayanan kesehatan haji bisa diakses di wilayah masing-masing.

“Kami ingin memastikan jemaah, terutama yang sudah lanjut usia, tidak terbebani. Pemeriksaan kami dekatkan ke lokasi masing-masing agar lebih mudah,” terangnya.

Dengan pemeriksaan kesehatan tahap awal yang telah tuntas, Dinas Kesehatan siap melanjutkan pendampingan kesehatan hingga seluruh jemaah haji dinyatakan istitā’ah (mampu secara kesehatan) untuk mengikuti ibadah haji tahun 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....