Kasus Anak di Sumenep Jadi Pengingat Pentingnya Pengawasan dan Perlindungan

  • 10 Sep 2026 17:43 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Pengungkapan dugaan perbuatan tidak senonoh terhadap anak oleh Satreskrim Polresta Sumenep menjadi pengingat penting bagi keluarga dan masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan serta perlindungan anak.

Dalam perkara tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial DAP (22), warga Kelurahan Karangduak, Kecamatan Kota Sumenep. Perkara kini masih dalam proses penyidikan.

Kasat Reskrim Polresta Sumenep Kompol Bambang Tri S mengatakan, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan mengamankan sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyidikan.

"Kami juga telah mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut untuk kepentingan penyidikan dan pembuktian," ujar Bambang, Kamis, 10 September 2026.

Menurutnya, penyidik masih melakukan pendalaman dan melengkapi administrasi penyidikan untuk proses hukum selanjutnya.

"Tersangka telah dilakukan pemeriksaan dan penahanan. Selanjutnya penyidik melakukan pemberkasan serta melengkapi administrasi penyidikan untuk proses hukum lebih lanjut," katanya.

Polresta Sumenep memastikan penanganan perkara yang melibatkan anak tetap memperhatikan perlindungan korban, termasuk menjaga identitas dan privasi selama proses hukum berlangsung.

Orang Tua Perlu Bangun Komunikasi Terbuka

Peristiwa tersebut menjadi momentum bagi orang tua untuk meningkatkan perhatian terhadap lingkungan pergaulan anak, termasuk aktivitas mereka di ruang digital.

Pengawasan terhadap anak tidak semata-mata dilakukan dengan membatasi penggunaan telepon seluler atau media sosial. Yang tidak kalah penting adalah membangun komunikasi yang terbuka agar anak merasa nyaman menyampaikan persoalan yang dialaminya.

Orang tua dapat mengajarkan anak untuk mengenali batasan dalam berinteraksi dengan orang lain, menjaga informasi pribadi, serta berhati-hati terhadap ajakan atau komunikasi yang membuat mereka merasa takut, tertekan, atau tidak nyaman.

Sekolah juga memiliki peran penting melalui edukasi mengenai perlindungan diri, keamanan digital, serta keberanian untuk mencari bantuan ketika menghadapi situasi yang berisiko.

Jangan Salahkan Anak

Ketika anak menghadapi persoalan atau menjadi korban tindakan yang merugikan, orang dewasa perlu memberikan rasa aman dan dukungan.

Anak tidak seharusnya disalahkan, dihakimi, atau dipermalukan. Keluarga dapat memberikan pendampingan dan mencari bantuan dari pihak yang kompeten maupun melaporkan dugaan pelanggaran kepada aparat berwenang.

Masyarakat juga diharapkan ikut menjaga privasi anak dengan tidak menyebarkan identitas, foto, rekaman, maupun informasi pribadi yang dapat mengungkap jati diri korban.

Pencegahan membutuhkan keterlibatan bersama. Dengan komunikasi yang sehat, pengawasan yang tepat, edukasi sejak dini, dan lingkungan yang peduli, risiko anak menjadi korban dapat diminimalkan.

Perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab keluarga, tetapi menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan anak dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....