Bukan Cuma Manusia, Kucing juga Bisa Donor Darah!
- 14 Sep 2026 10:10 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Tahukah Anda, kucing ternyata bisa menjadi donor darah bagi kucing lainnya. Transfusi darah dapat menyelamatkan nyawa kucing yang mengalami perdarahan berat, anemia, atau kondisi tertentu yang menyebabkan jumlah sel darah merahnya menurun.
Namun, darah kucing tidak bisa diberikan sembarangan. Kucing memiliki sistem golongan darah utama A, B, dan AB, dengan golongan A menjadi yang paling umum, sedangkan golongan AB relatif jarang. Perbedaan golongan darah ini penting karena tubuh kucing dapat memiliki antibodi alami yang menyerang sel darah merah dari golongan yang tidak sesuai.
Karena itu, sebelum transfusi dilakukan, dokter hewan perlu memastikan kecocokan darah donor dan penerima. Pemeriksaan crossmatch dapat membantu mendeteksi reaksi ketidakcocokan, bahkan ketika kedua kucing ternyata memiliki golongan darah AB yang sama. Studi terhadap 300 kucing yang mendapat transfusi menemukan ketidakcocokan crossmatch pada sekitar 14,9 persen kucing yang belum pernah menerima transfusi sebelumnya.
Ada kasus unik yang membuat dunia kedokteran hewan semakin memahami betapa rumitnya darah kucing. Pada 2007, para peneliti melaporkan adanya antigen sel darah merah baru yang kemudian disebut Mik, setelah ditemukan ketidakcocokan pada kucing yang secara sistem AB sebenarnya memiliki golongan darah yang sesuai. Kasus tersebut berkaitan dengan reaksi hemolitik akut setelah transfusi pada seekor kucing penerima transplantasi ginjal.
Penemuan itu menunjukkan bahwa mengetahui golongan darah A, B, atau AB saja belum selalu menjamin transfusi aman. Penelitian berikutnya bahkan mengidentifikasi lima antigen eritrosit kucing lainnya, yang dikenal sebagai FEA 1 hingga FEA 5. Temuan tersebut semakin memperkuat pentingnya pemeriksaan kecocokan darah sebelum transfusi.
Menjadi donor juga bukan sekadar mengambil darah dari kucing yang sehat. Calon donor harus diperiksa kondisi kesehatannya dan disaring terhadap penyakit yang dapat menular melalui darah, termasuk beberapa infeksi virus pada kucing. Pengambilan darah juga harus dilakukan dengan prosedur yang aman dan steril oleh tenaga medis hewan.
Jadi, kucing memang bisa menjadi pahlawan bagi sesamanya melalui donor darah. Tetapi di balik tindakan yang terlihat sederhana tersebut terdapat proses medis yang harus dilakukan dengan hati-hati, karena darah yang tidak cocok justru dapat membahayakan penerimanya. Kisah penemuan antigen Mik menjadi pengingat bahwa dalam dunia transfusi, bukan hanya golongan darah yang penting, tetapi juga kecocokan antara donor dan penerima.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....