Semangat Naik Gunung Meningkat, Persiapan Tetap Wajib
- 19 Agt 2026 23:04 WIB
- Sumenep
RRI. CO. ID, Sumenep - fenomena Fear of Missing Out atau FOMO membuat aktivitas mendaki gunung semakin diminati, khususnya di kalangan anak muda. Banyak yang tertarik ikut mendaki hanya karena melihat unggahan foto dan video di media sosial, tanpa memahami tantangan di jalur pendakian.
Padahal, mendaki gunung bukan sekadar mengikuti tren. Aktivitas alam bebas ini menuntut kesiapan fisik, mental, dan pengetahuan dasar agar perjalanan tetap aman dan menyenangkan.
Hal itu disampaikan pendaki yang telah menaklukkan Gunung Everest, Januar Herwanto, dalam wawancara di program Pro2 Jaga Malam.
“Sebelum memutuskan mendaki, setiap pendaki pemula sebaiknya membekali diri dengan berbagai persiapan. Mulai dari melatih kondisi fisik, mempelajari karakter jalur, mengecek prakiraan cuaca, hingga membawa perlengkapan sesuai seperti sepatu gunung, jaket hangat, jas hujan, senter, logistik, dan kotak P3K,” ujar Januar.
Januar juga mengingatkan agar tidak mendaki sendirian jika belum berpengalaman. Ia menekankan pentingnya mematuhi aturan di kawasan gunung demi keselamatan dan kelestarian alam.
Senada dengan itu, anggota Mapala Wirasta, Sherli Fransisca Devi, berpesan kepada Gen Z agar tidak menjadikan FOMO sebagai alasan utama untuk mendaki.
“Mendaki gunung memang bisa menjadi pengalaman yang berkesan, tetapi jangan sampai FOMO mengalahkan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun orang lain. Bekali diri dengan pengetahuan, persiapan matang, dan sikap menghargai alam sebelum memulai pendakian,” kata Sherli.
Menurut Sherli, dengan persiapan yang baik, menikmati pemandangan dari puncak gunung akan terasa lebih bermakna, aman, dan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. (Izal)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....