Berkuda dan Memanah, Tradisi yang Terus Hidup di Ganding Sumenep
- 15 Jul 2026 11:09 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Di tengah semakin terbatasnya komunitas olahraga berkuda di Kabupaten Sumenep, semangat para pencinta kuda tunggang tetap menyala. Salah satu pusat aktivitasnya berada di Lizaz Stable, Kecamatan Ganding. Tempat ini menjadi ruang belajar sekaligus berkumpul bagi masyarakat dari berbagai kalangan yang ingin mengenal olahraga berkuda, baik untuk rekreasi maupun prestasi.
Latihan di Lizaz Stable digelar secara rutin empat kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Selasa, Sabtu, dan Minggu. Tidak hanya mengajarkan teknik dasar menunggang kuda, tempat ini juga memperkenalkan horseback archery atau berkuda sambil memanah, cabang olahraga yang memadukan ketangkasan, keseimbangan, dan konsentrasi.
Ketua Pencinta Kuda Sumenep, Ustad Mudhar, Rabu 15 Juli 2026, mengatakan kecintaannya terhadap berkuda dan memanah tidak lepas dari keteladanan sahabat Nabi Muhammad SAW, Sa'ad bin Abi Waqqash, yang dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam berkuda dan memanah. Menurutnya, nilai-nilai tersebut layak terus dilestarikan hingga sekarang.
"Saya sangat suka kuda tunggang, termasuk memanah, karena mengikuti jejak sahabat Sa'ad bin Abi Waqqash. Beliau pandai berkuda dan memanah. Karena itu, kami berusaha melestarikannya," ujar Ustad Mudhar.
Ia menjelaskan, olahraga berkuda kini tidak hanya menjadi bagian dari hobi atau tradisi, tetapi juga berkembang sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, masyarakat memiliki peluang lebih luas untuk mengembangkan kemampuan hingga berprestasi.
"Apalagi berkuda dan memanah saat ini sudah diperlombakan secara nasional maupun internasional," katanya.
Menurut Ustad Mudhar, terdapat berbagai disiplin olahraga berkuda yang dapat dipelajari, mulai dari dressage (serasi), jumping, polo, hingga pacuan kuda. Bagi pemula, proses belajar tidak membutuhkan waktu terlalu lama. Dengan sekitar sepuluh kali pertemuan, peserta umumnya sudah mampu menunggang kuda secara mandiri dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan.
"Kalau anak-anak biasanya lebih cepat, karena mereka tidak takut dan tubuhnya lebih lentur. Sementara untuk pemula, sekitar sepuluh kali pertemuan sudah bisa dilepas menunggang kuda sendiri," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....