Sekam sebagai Media Tanam: Pilih Basah atau Kering?

  • 10 Jun 2025 06:42 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep : Sekam padi merupakan salah satu bahan organik yang sering dimanfaatkan sebagai media tanam dalam dunia pertanian dan hortikultura. Material ini berasal dari kulit luar biji padi yang terlepas saat proses penggilingan. Sifatnya yang ringan, berpori, dan mudah diperoleh menjadikan sekam sebagai pilihan populer untuk campuran media tanam. Namun, pertanyaannya sering muncul: lebih baik menggunakan sekam basah atau kering?

Sekam Kering: Pilihan Praktis untuk Aerasi

Sekam kering adalah bentuk sekam yang langsung digunakan tanpa melalui proses perendaman. Biasanya berwarna kuning keemasan dan masih utuh. Penggunaan sekam kering sangat cocok untuk tanaman yang memerlukan drainase baik. Sifatnya yang ringan dan berpori membantu memperlancar sirkulasi udara di sekitar akar, sekaligus mencegah media menjadi terlalu lembap. Ini sangat bermanfaat untuk mencegah busuk akar, terutama pada tanaman hias dan bibit sayuran. Meski begitu, sekam kering memiliki kekurangan. Karena belum melalui proses fermentasi atau pembakaran, sekam jenis ini bisa mengandung mikroorganisme atau telur hama. Selain itu, kandungan nutrisinya sangat minim karena belum mengalami pelapukan.

Sekam Basah: Lembap dan Ramah untuk Penyemaian

Berbeda dengan sekam kering, sekam basah telah direndam air terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk menurunkan debu, menambah kelembapan, dan membantu sekam lebih mudah tercampur dengan media lain seperti kompos atau cocopeat. Sekam basah sering digunakan dalam tahap penyemaian benih. Kelembapannya mendukung pertumbuhan akar muda dan menjaga benih tetap stabil dalam suhu yang ideal. Namun, penggunaannya perlu hati-hati. Jika terlalu basah atau dibiarkan terlalu lama, sekam bisa menjadi sarang jamur dan berisiko menyebabkan penyakit pada tanaman.

Alternatif: Arang Sekam yang Lebih Stabil

Selain dua bentuk di atas, ada juga arang sekam, yaitu sekam yang dibakar sebagian hingga menjadi arang ringan. Arang sekam bersifat lebih steril dan tidak mudah lapuk. Ini menjadikannya pilihan terbaik untuk tanaman hidroponik, anggrek, atau tanaman hias yang membutuhkan media poros namun tetap bersih dari patogen.

Tidak ada satu jawaban yang benar untuk semua tanaman. Sekam kering unggul dalam hal aerasi dan kepraktisan, sedangkan sekam basah mendukung kelembapan dan cocok untuk tahap awal pertumbuhan. Arang sekam menjadi alternatif netral yang ideal untuk banyak jenis tanaman. Memahami karakteristik tanaman dan kondisi lingkungan adalah kunci untuk memilih jenis sekam yang tepat. Dengan begitu, media tanam yang digunakan bisa bekerja secara optimal untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....