Solo Traveling "Self Reward" untuk Wanita Mandiri
- 22 Mei 2025 17:19 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep : Di tengah perubahan pola hidup pascapandemi dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kebahagiaan pribadi, dua tren gaya hidup semakin menonjol: solo travel dan pleasure revenge.
Banyak individu, khususnya perempuan dewasa, memilih melakukan perjalanan seorang diri sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri setelah melewati berbagai tekanan hidup.
Tren solo travel kini bukan lagi sekadar pilihan alternatif, melainkan menjadi cara baru menikmati kebebasan dan eksplorasi tanpa batas. Semakin banyak orang merasa terdorong untuk menjelajahi dunia seorang diri, baik untuk mencari ketenangan, healing, maupun petualangan.
Menariknya, banyak pelancong solo ini berasal dari kelompok usia 40 tahun ke atas berdasarkan data dari The Australian. Mereka menjadikan perjalanan sebagai ruang untuk merenung, membangun kembali jati diri, dan menikmati kebebasan tanpa tanggung jawab keluarga atau pekerjaan.
Destinasi seperti Ubud, Kyoto, dan Lisbon menjadi favorit karena menawarkan keseimbangan antara budaya, alam, dan ketenangan.
Sementara itu, istilah pleasure revenge mencuat sebagai respons terhadap masa-masa penuh tekanan selama pandemi, krisis ekonomi, hingga burnout kerja.
Masyarakat kini lebih berani membelanjakan uang untuk pengalaman yang mendatangkan kebahagiaan, seperti perjalanan mewah, konser, wisata kuliner, dan layanan self-care.
Para ahli menyebut tren ini sebagai bentuk perubahan nilai: dari gaya hidup hemat dan terstruktur, menuju gaya hidup penuh pengalaman dan apresiasi terhadap momen.
Industri pariwisata pun mulai menyesuaikan diri, dengan menyediakan paket perjalanan untuk solo traveler dan fasilitas yang mendukung kenyamanan serta keamanan wisatawan individual.
Dengan kombinasi antara keinginan untuk menjelajah dan merayakan hidup, solo travel dan pleasure revenge diprediksi akan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....