Ini Kesalahan dalam Membedakan Ular Berbisa dan Tidak!
- 15 Jan 2025 16:27 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep : Terdapat setidaknya 2.900 jenis ular yang berhasil dideteksi di seluruh kawasan dunia. Jumlah tersebut bisa terus bertambah seiring dengan penemuan – penemuan jenis baru. Indonesia memiliki setidaknya 10% dari jumlah tersebut, atau sekitar 349 jenis. Tak ayal kita akan sering
“349 itu baru jenisnya, belum lagi sub-jenis ular yang pasti lebih banyak lagi,” kata Gilang, Ketua Komunitas Reptil Sumenep (Resume) dalam acara Ngobras Pro 1 RRI Sumenep, Selasa (14/1/2024) malam.
Banyaknya jumlah ular, terutama di Indonesia, membuatnya lazim bersinggungan dengan manusia. Bahkan, terdapat sejumlah kasus gigitan ular.
“Namun faktanya, kebanyakan kasus gigitan itu karena ada kontak, mencoba ditangkap, dibunuh atau seperti apa. Kalau secara alami misal tidak sengaja ketemu di sawah, hanya sekedar jalan saja, jarang sekali ada kasus gigitan,” tuturnya.
Menurutnya, tanpa pengetahuan atau ilmu, masyarakat jangan memaksakan diri untuk kontak dengan ular. Masyarakat bisa menghubungi pihak terkait atau yang paham tentang ular.
“Bisa ke Pemadam Kebakaran atau bisa hubungi kami, Komunitas Resume,” ujarnya.
Sementara itu, Founder Komunitas Resume, Berry mengingatkan beberapa kesalahan pemahaman tentang ular yang sering terjadi di masyarakat.
“Ada yang bilang ular kepala segitiga itu berbisa, padahal tidak. Saya sendiri sampai sekarang masih tidak bisa membedakan mana ular yang berbisa dan mana yang tidak. Jadi untuk membedakan ular berbisa atau tidak itu butuh ilmu,” kata Berry menegaskan.
Selain itu menurutnya ada juga kesalahan pemahaman masyarakat tentang ular laut. Menurutnya perilaku ular laut yang cenderung pasif atau tidak relatif membuat masyarakat sering salah paham.
“Ada yang bilang ular laut itu tidak berbisa, padahal ular laut itu bisa dikatakan paling berbahaya,“ ujar Berry.
Senada dengan Berry, Gilang mengingkatkan. Lethal Dose 50 (LD 50) ular laut lebih tinggi dibanding ular berbisa yang ada di darat. Artinya, bisa ular laut lebih mematikan dibanding ular darat. Sebagai informasi, LD 50 merupakan salah satu cara untuk mengukur potensi keracunan jangka pendek (toksisitas akut) suatu bahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....