Mengintip Sejarah Bangsa Melalui Lomba 17 Agustus-an
- 31 Jul 2024 19:02 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep : 17 Agustus merupakan hari yang ditungu - tunggu masyarakat Indonesia karena akan memasuki perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia ke-79. Momentum spesial ini, diperingati sebagai hari kemerdekaan bangsa Indonesia dan libur nasional.
Pada bulan Agustus, suasana meriah akan menyelimuti berbagai aktivitas, mulai dari umbul - umbul, penjor merah putih serta rangkaian perlombaan yang menyatukan partisipasi dari berbagai kalangan. Semua aktivitas ini diharapkan mampu memupuk rasa nasionalisme masyarakat.
Sebelum memasuki bulan kemerdekaan dan mengikuti berbagai perlombaan, ada baiknya kita tahu sejarahnya. Sejarah lomba-lomba peringatan 17 Agustus dimulai sejak masa awal kemerdekaan, tepatnya tahun 1950-an.
Berbagai narasi sejarah, termasuk dari sejarawan dan budayawan JJ Rizal, dalam buku karangannya menjelaskan, tradisi perlombaan ini pertama kali muncul saat perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan yang kelima. Tujuannya, sebagai penghormatan kepada perjuangan para pahlawan melawan para penjajah. Berikut beberapa jenis lomba dan filosofi sejarahnya :
Lomba Balap Karung
Lomba ini ternyata menggambarkan kesulitan pemenuhan kebutuhan sandang di masa penjajahan. JJ Rizal menuliskan, saat masa penjajahan Jepang, masyarakat Indonesia menghadapi situasi yang sulit.
Masyarakat diminta mencari alternatif pakaian, hingga menggunakan karung goni pada saat itu. Ternyata, di balik kesederhanaannya, lomba balap karung memiliki makna historis yang dalam.
Lomba Makan Kerupuk
Perlombaan ini juga menjadi cerminan tentang kesulitan masyarakat pada masa penjajahan. Krupuk menjadi simbol betapa sulitnya mendapatkan makanan di masa penjajahan.
Lomba Tarik Tambang
Lomba ini mengandalkan kerja sama dan kekuatan. Selain itu, lomba ini juga melambangkan semangat gotong royong, kekompakan dan persatuan rakyat Indonesia sesuai dengan pancasila sebagai ideologi negara.
Lomba Panjat Pinang
Ternyata tradisi panjat pinang bermula dari masa penjajahan Belanda. Pada masa itu, biasanya dilakukan saat perayaan, acara besar, pernikahan atau hajatan yang selalu dimainkan oleh masyarakat
Merayakan HUT kemerdekaan RI dengan kegiatan yang bermakna adalah bentuk penghargaan dan partisipasi dalam konteks nasionalisme. Pada usia 79 tahun Indonesia merdeka, selain membangkitkan jiwa patriotisme yang diwariskan, kita juga harus melestarikan perlombaan yang sudah jadi tradisi dengan segenap makna mendalamnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....