Inggris dan Tren Kontes Kecantikan Tanpa Makeup: Saat Cantik Tak Harus Dipoles

  • 14 Sep 2026 10:08 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Kontes kecantikan selama ini identik dengan riasan, busana glamor, dan penampilan yang dipoles semaksimal mungkin. Namun, Inggris mencoba menghadirkan pendekatan berbeda melalui ajang Miss England dengan memperkenalkan babak khusus tanpa makeup atau “Bare Face Top Model” pada 2019.

Babak tersebut dibuat untuk memberikan ruang bagi peserta menunjukkan wajah alami mereka. Para peserta diminta mengirimkan foto tanpa riasan dan tanpa mengandalkan tampilan yang telah dimanipulasi, sehingga penilaian lebih diarahkan pada penampilan alami serta rasa percaya diri.

Gagasan ini muncul di tengah kekhawatiran terhadap standar kecantikan yang semakin tidak realistis di media sosial. Foto dengan makeup tebal, filter, dan penyuntingan digital dapat membuat seseorang merasa harus selalu tampil sempurna. Karena itu, penyelenggara Miss England ingin mendorong peserta agar lebih percaya diri dengan penampilan mereka sendiri.

Perubahan tersebut juga menunjukkan bahwa makna kecantikan mulai mengalami pergeseran. Kecantikan tidak semata-mata dipahami melalui wajah yang dirias atau penampilan yang sempurna, tetapi juga melalui keberanian menampilkan diri secara apa adanya. Pesan inilah yang membuat babak tanpa makeup mendapat perhatian luas.

Salah satu sosok yang kemudian semakin memperkuat gerakan tersebut adalah Melissa Raouf. Ia menarik perhatian karena berani mengikuti kompetisi Miss England tanpa menggunakan makeup, termasuk tampil tanpa riasan pada tahap akhir kompetisi. Penampilannya menjadi simbol keberanian untuk melawan tekanan agar perempuan selalu terlihat sempurna.

Meski demikian, istilah “kontes kecantikan tanpa makeup pertama di dunia” perlu digunakan secara hati-hati. Miss England sebenarnya memperkenalkan babak tanpa makeup, bukan sejak awal menyelenggarakan seluruh kompetisinya tanpa riasan. Bahkan, pada perkembangan berikutnya, babak “Bare Face Top Model” tetap menjadi bagian tersendiri dalam kompetisi tersebut.

Fenomena ini memberikan pelajaran bahwa merawat penampilan dan menggunakan makeup bukanlah sesuatu yang salah. Yang lebih penting adalah memastikan bahwa pilihan tersebut tidak berubah menjadi tekanan untuk memenuhi standar kecantikan tertentu. Pada akhirnya, kecantikan bukan hanya tentang apa yang terlihat di wajah, tetapi juga tentang kepercayaan diri, karakter, dan kemampuan seseorang menghargai dirinya sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....