Benarkah Makan Malam Selalu Bikin Gemuk?
- 27 Agt 2026 16:18 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Makan malam sering dianggap sebagai salah satu kebiasaan yang harus dihindari ketika seseorang ingin menjaga berat badan. Anggapan bahwa makan setelah sore hari otomatis membuat tubuh gemuk pun cukup populer. Padahal, persoalannya tidak sesederhana waktu makan. Jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi sepanjang hari, aktivitas fisik, serta pola hidup secara keseluruhan juga memiliki peran penting dalam menjaga berat badan.
Lalu, apakah makan malam sebenarnya boleh? Jawabannya boleh, selama dilakukan secara wajar dan menjadi bagian dari pola makan yang seimbang. Makan malam dalam porsi yang sesuai tidak serta-merta menyebabkan kenaikan berat badan. Yang lebih perlu diperhatikan adalah ketika makan malam menjadi waktu untuk mengonsumsi makanan dalam jumlah besar, ditambah camilan atau minuman tinggi kalori setelahnya. Kondisi tersebut dapat membuat asupan energi harian melebihi kebutuhan tubuh.
Meski demikian, waktu makan juga bukan berarti sama sekali tidak berpengaruh. Sejumlah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan makan larut malam dengan peningkatan risiko kenaikan berat badan. Salah satu ulasan penelitian menemukan bahwa pola makan yang lebih banyak dilakukan pada malam hari dapat berkaitan dengan perubahan ritme biologis tubuh dan pengaturan metabolisme. Namun, para peneliti juga menekankan bahwa bukti yang ada belum cukup untuk menyimpulkan bahwa makan malam secara langsung menyebabkan obesitas pada setiap orang.
Masalah lain sering muncul bukan pada makan malamnya, melainkan apa yang dimakan dan seberapa banyak. Setelah menjalani aktivitas seharian, seseorang mungkin merasa sangat lapar lalu memilih makanan tinggi lemak, gula, atau garam dalam porsi besar. Kebiasaan ngemil sambil menonton televisi atau menggunakan ponsel juga dapat membuat seseorang makan tanpa benar-benar memperhatikan jumlah yang dikonsumsi. Penelitian menunjukkan bahwa makan lebih larut, terutama mendekati waktu tidur, dapat berkaitan dengan asupan energi harian yang lebih tinggi.
Karena itu, tidak perlu langsung menghilangkan makan malam dari rutinitas. Pilihan yang lebih realistis adalah memperhatikan porsi, kualitas makanan, dan waktu makan. Menu seperti sayuran, sumber protein, buah, serta sumber karbohidrat yang sesuai kebutuhan dapat menjadi pilihan, sementara makanan dan minuman tinggi gula serta makanan yang sangat padat energi sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. WHO juga menekankan pentingnya pola makan sehat secara keseluruhan, bukan sekadar menghindari satu waktu makan.
Pada akhirnya, anggapan bahwa “makan malam pasti bikin gemuk” adalah penyederhanaan yang kurang tepat. Berat badan dipengaruhi oleh keseimbangan antara energi yang masuk dan energi yang digunakan tubuh, sementara pola makan, aktivitas fisik, tidur, lingkungan, dan berbagai faktor lainnya turut berperan. Jadi, daripada takut makan malam, lebih baik membangun kebiasaan makan yang teratur, memilih makanan dengan bijak, mengatur porsi, dan tetap aktif bergerak. Dengan begitu, makan malam tidak perlu menjadi sesuatu yang ditakuti, melainkan bagian dari pola hidup yang sehat dan seimbang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....