Ersad Maulidi, Koleksi Kelereng Antik Tembus Jutaan

  • 27 Jul 2026 08:09 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Di tengah semakin berkurangnya minat masyarakat terhadap permainan tradisional, Ersad Maulidi atau yang akrab disapa LENTE (34) justru konsisten menekuni hobinya sebagai kolektor kelereng antik dan unik. Selama bertahun-tahun, ia mengumpulkan berbagai jenis kelereng langka yang kini memiliki nilai jual mulai dari Rp100 ribu hingga Rp1 juta per butir, tergantung tingkat kelangkaan, motif, dan kondisinya.

Bagi LENTE, kelereng bukan sekadar permainan masa kecil, melainkan benda koleksi yang memiliki nilai sejarah, seni, sekaligus nilai ekonomi. Koleksinya terus bertambah karena ia rutin berburu kelereng antik dari sesama kolektor maupun komunitas pecinta kelereng.

"Saya sudah lama mengoleksi kelereng antik dan unik. Awalnya hanya karena hobi, tetapi lama-kelamaan saya tertarik mempelajari sejarah dan keunikan setiap jenis kelereng," ujar Ersad Maulidi.

Ia menjelaskan, tidak semua kelereng memiliki nilai tinggi. Faktor keaslian, motif, warna, bahan, hingga kelangkaan menjadi penentu harga di kalangan kolektor. Semakin sulit ditemukan, semakin tinggi pula nilai jualnya.

Menurut LENTE, beberapa koleksi yang dimilikinya merupakan kelereng lawas yang kini sudah tidak diproduksi lagi. Hal itu membuat para kolektor rela mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah demi mendapatkan kelereng yang diinginkan.

"Harga kelereng antik sangat bervariasi. Ada yang sekitar Rp100 ribu, tetapi untuk jenis yang benar-benar langka bisa mencapai Rp1 juta per butir. Nilainya ditentukan oleh keaslian, kondisi, dan tingkat kelangkaannya," katanya.

Selain mengoleksi, LENTE juga aktif memperkenalkan kelereng kepada generasi muda agar permainan tradisional tersebut tetap dikenal di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, kelereng merupakan bagian dari warisan budaya yang patut dilestarikan, sekaligus memiliki potensi sebagai benda koleksi bernilai tinggi. Upaya pelestarian permainan tradisional, termasuk kelereng, juga sejalan dengan ajakan berbagai pihak di Sumenep untuk menjaga permainan berbasis kearifan lokal agar tidak hilang ditelan zaman.

Melalui kegigihannya mengoleksi kelereng antik, Ersad Maulidi membuktikan bahwa hobi tidak hanya memberikan kepuasan pribadi, tetapi juga dapat menjadi sarana melestarikan permainan tradisional sekaligus membuka peluang ekonomi dari barang-barang koleksi yang memiliki nilai sejarah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....