Ngopi, Scroll, Repeat: Potret Hari-Hari Kita Saat Ini
- 24 Apr 2026 08:14 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Pagi hari kini tak lagi dimulai hanya dengan secangkir kopi, tetapi juga dengan layar yang langsung menyala di genggaman. Kebiasaan sederhana seperti membuka media sosial telah menjadi rutinitas yang sulit dilepaskan. Tanpa sadar, pola “ngopi, scroll, repeat” menjadi gambaran keseharian banyak orang saat ini.
Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan individu, melainkan cerminan perubahan besar dalam gaya hidup masyarakat digital. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai lebih dari 229 juta orang pada 2025, atau sekitar 80 persen populasi. Angka ini menegaskan bahwa aktivitas online kini telah menjadi bagian utama dari kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya itu, penggunaan smartphone juga semakin meluas dan menjadi alat utama dalam mengakses informasi. Bahkan, diperkirakan sekitar 89 persen masyarakat Indonesia menggunakan ponsel pintar sebagai sarana utama aktivitas digital. Hal ini menjelaskan mengapa kebiasaan scrolling terasa begitu dekat dan hampir tak terpisahkan dari rutinitas harian.
Di balik kebiasaan ini, ada dorongan kuat dari perkembangan teknologi dan kebijakan pemerintah dalam memperluas akses digital. Pemerintah terus membangun infrastruktur jaringan dan mendorong transformasi digital agar akses internet semakin merata hingga ke pelosok. Kebijakan ini membuka peluang besar, tetapi juga menghadirkan tantangan baru dalam mengelola penggunaan teknologi secara bijak.
Media sosial pun menjadi ruang utama untuk berekspresi, mencari informasi, hingga membangun relasi. Bahkan, tren viral seperti tagar #KaburAjaDulu menunjukkan bagaimana media digital bisa menjadi wadah aspirasi sekaligus refleksi kondisi sosial masyarakat. Dari sini terlihat bahwa aktivitas scrolling bukan hanya hiburan, tetapi juga cara memahami dunia sekitar.
Namun, di tengah kemudahan ini, muncul pertanyaan penting tentang keseimbangan hidup. Waktu yang dihabiskan di depan layar sering kali menggeser interaksi nyata dan waktu istirahat. Kebiasaan yang tampak sederhana ini perlahan membentuk pola hidup baru yang perlu disadari dampaknya.
Pemerintah dan berbagai pihak kini juga mulai mendorong literasi digital sebagai bagian dari kebijakan untuk menciptakan masyarakat yang cerdas bermedia. Edukasi tentang penggunaan internet yang sehat, aman, dan produktif menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu memilah dan memanfaatkan teknologi secara tepat.
Pada akhirnya, “ngopi, scroll, repeat” adalah potret zaman yang tidak bisa dihindari, tetapi bisa dikelola. Di balik layar yang terus menyala, ada pilihan untuk tetap hadir dalam kehidupan nyata. Karena pada akhirnya, teknologi seharusnya mendekatkan, bukan justru menjauhkan kita dari hal-hal yang benar-benar berarti.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....