Kunang- Kunang di Pegunungan, Pertanda Apa?

  • 13 Apr 2026 14:33 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Siapa sangka, di tengah kawasan pegunungan yang jauh dari rawa dan hutan, kunang-kunang justru masih setia menari di malam hari. Pemandangan ini bisa ditemukan di Dusun Jagunung, Desa Pekandangan Sangra, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep.

Bagi sebagian orang, kemunculan kunang-kunang mungkin terasa biasa saja. Namun, bagi warga setempat, ada cerita lama yang ikut berpendar. Dulu, anak-anak sering menyebut kunang-kunang sebagai jelmaan kuku orang mati.

Rizqi, salah satu warga setempat, Senin, 13 April 2026, mengaku masih sering melihat cahaya kecil itu berkelip di sekitar rumahnya. Tidak banyak memang, tapi cukup untuk membuat malam terasa lebih hidup.

“Tadi malam saya melihatnya. Jadi ingat masa kecil, waktu masih sering ke sungai,” ujarnya sambil tersenyum mengenang.

Foto kunang-kunang yang hinggap di Desa Pekandangan Sangra Kecamatan Bluto (Foto RRI/Ros)

Yang membuatnya heran, kondisi lingkungan kini sudah banyak berubah. Beberapa sungai di desa tetangga bahkan mulai mengering akibat maraknya sumur bor. Ditambah lagi, wilayahnya bukan hutan atau rawa wilayah yang biasanya jadi ‘rumah’ kunang-kunang.

“Makanya saya heran, kok masih ada kunang-kunang terbang di sini, seperti ada nuansa magisnya,” katanya.

Di sisi lain, Ahmad, warga lainnya, punya pandangan yang lebih membumi. Menurutnya, kunang-kunang justru menjadi penanda alam yang masih sehat.

“Biasanya mereka hidup di tempat yang udaranya segar, tanahnya subur, dan airnya jernih. Di sini masih seperti itu, karena jauh dari jalan raya,” jelasnya.

Jadi, kemunculan kunang-kunang di Jagunung ini sebenarnya pertanda apa? Alam yang masih terjaga, atau sisa-sisa cerita lama yang belum sepenuhnya hilang? Yang jelas, kata kakek dua cucu ini, lebih percaraya pada alasan ilmiah dan rasional dari pada cerita mistis yang didengarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....