Kasus Balita Tewas di AS, Apakah Hyundai Palisade di Indonesia Aman?
- 12 Apr 2026 05:21 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Kasus meninggalnya seorang balita di negara bagian Ohio, Ohio, Amerika Serikat, akibat terjepit kursi elektrik mobil Hyundai Palisade memicu perhatian global. Insiden tersebut terjadi pada awal Maret 2026 dan langsung menjadi sorotan karena melibatkan fitur otomatis pada kendaraan modern.
Peristiwa tragis itu disebut terjadi saat kursi baris belakang dengan sistem power-folding bergerak dan menjepit tubuh korban. Sistem kursi dilaporkan tetap melipat meski terdapat penumpang di area tersebut, sehingga menimbulkan dugaan adanya kegagalan fungsi pengaman.
Pihak otoritas Amerika Serikat bersama National Highway Traffic Safety Administration kemudian melakukan investigasi. Hasil awal mendorong langkah cepat berupa penghentian sementara penjualan serta penarikan kembali sejumlah unit Palisade model terbaru di pasar Amerika.
Hyundai sebagai produsen kendaraan tersebut juga merespons dengan melakukan pembaruan sistem. Tercatat sekitar 60 ribu hingga 68 ribu unit Palisade ditarik dari peredaran untuk dilakukan perbaikan. Perbaikan difokuskan pada mekanisme pengoperasian kursi agar lebih aman, termasuk penambahan sistem pengaman dan perubahan cara aktivasi fitur agar tidak mudah terpicu secara tidak sengaja.
Lalu bagaimana dengan kondisi di Indonesia? Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi dari Hyundai Motors Indonesia terkait penarikan unit Palisade akibat kasus tersebut. Penjualan dan penggunaan kendaraan ini di dalam negeri masih berlangsung normal tanpa laporan insiden serupa.
Perbedaan spesifikasi kendaraan menjadi salah satu faktor yang kemungkinan membuat unit di Indonesia tidak terdampak. Selain itu, model yang bermasalah di Amerika Serikat merupakan varian terbaru dengan fitur tertentu yang belum tentu identik dengan versi yang dipasarkan di Indonesia.
Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada dalam menggunakan fitur otomatis kendaraan. Penggunaan kursi elektrik, terutama pada bagian belakang, sebaiknya dilakukan dengan pengawasan agar tidak membahayakan penumpang, khususnya anak-anak.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi otomotif harus diiringi dengan sistem keamanan yang optimal. Selain itu, kesadaran pengguna dalam mengoperasikan fitur kendaraan juga menjadi kunci penting dalam mencegah kejadian serupa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....