Cemburu Digital Menguji Kepercayaan dalam Hubungan Modern

  • 19 Mar 2026 22:02 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID,Sumenep - Cemburu bukanlah perasaan baru dalam hubungan. Namun, di era digital, bentuk dan pemicunya mengalami perubahan signifikan. Akses mudah terhadap informasi melalui media sosial membuat pasangan kerap terpapar konten yang memicu keraguan.

Mulai dari foto bersama teman sebaya, komentar yang terlihat ramah, hingga aktivitas daring yang dianggap tidak jelas, semuanya bisa memicu rasa tidak nyaman. Perasaan cemburu kini tidak hanya muncul dari interaksi langsung, tetapi juga dari jejak digital yang tersisa dan dapat diakses kapan saja.

Kondisi ini membuat batas antara ruang pribadi dan ruang publik menjadi semakin tipis. Apa yang sebelumnya dianggap wajar, kini dapat menimbulkan persepsi berbeda ketika dilihat melalui layar gawai.

Wakil Ketua LKK PCNU Sumenep, Indahyani, menyampaikan bahwa salah satu pemicu utama cemburu digital adalah keberadaan mantan pasangan yang masih terhubung melalui media sosial atau aplikasi perpesanan.

Menurutnya, banyak orang yang masih menyimpan percakapan lama atau tidak menghapus kontak mantan. Hal ini kerap memicu kekhawatiran bagi pasangan saat ini, meskipun tidak ada komunikasi baru yang terjadi.

Ia menambahkan, jejak percakapan masa lalu atau aktivitas lama di platform digital seringkali menimbulkan asumsi dan ketidakpastian. Kondisi ini dapat memunculkan kecurigaan terhadap hubungan yang sebenarnya telah berakhir.

Selain itu, jejak digital seperti unggahan lama, tanda foto, maupun riwayat aktivitas di media sosial juga berperan dalam memicu kecemburuan. Kebiasaan memantau aktivitas pasangan secara berlebihan dinilai dapat merusak kepercayaan dan mengganggu keharmonisan hubungan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....