Cabai Mahal, Warga Sumenep Nikmati Panen di Pekarangan dan Berbagi

  • 24 Feb 2026 06:43 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Melonjaknya harga cabai rawit di pasaran hingga menembus Rp150.000 per kilogram membuat banyak pecinta pedas mengeluh. Kenaikan yang cukup drastis dari harga sebelumnya sekitar Rp50.000 per kilogram itu tentu berdampak pada kebutuhan dapur rumah tangga.

Namun kondisi tersebut tidak terlalu dirasakan oleh Dartik Melita, seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Sumenep. Di pekarangan rumahnya tumbuh beragam tanaman, mulai dari aneka toga, rempah-rempah, sayuran, hingga bunga yang mempercantik halaman.

Kepada RRI pada Selasa 24 Februari 2026, Dartik menuturkan bahwa inisiatif menanam berbagai tanaman awalnya hanya untuk memperindah halaman rumah. Ia dan keluarga memang pecinta tanaman, sehingga aktivitas berkebun menjadi bagian dari keseharian mereka.

Beragam sayuran seperti bayam, kelor, tomat, cabai merah, hingga cabai rawit tumbuh subur di halaman rumahnya. “Alhamdulillah, cabai rawitnya berbuah lebat. Untuk konsumsi sendiri sudah lebih dari cukup, bahkan berlebih,” ujarnya.

Alih-alih menjual hasil panen meski harga cabai sedang tinggi, Dartik justru mempersilakan para tetangga untuk memetik sendiri jika membutuhkan. Sikap ini menunjukkan kepedulian sosial yang tumbuh dari kebiasaan sederhana di rumah.

Ia berharap apa yang ditanamnya dapat membawa manfaat dan kebaikan bagi sekitar. Dengan senyum ramah, Dartik mengajak tetangga yang membutuhkan rempah atau sayur rumahan untuk langsung mengambilnya tanpa harus sungkan.

Sikap sederhana tersebut menjadi contoh nyata bahwa berkebun di pekarangan bukan hanya soal hobi, tetapi juga tentang berbagi dan kepedulian sosial. Di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok, langkah Dartik menghadirkan inspirasi bagi masyarakat untuk lebih mandiri sekaligus saling peduli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....