Permainan Meriam Bambu Menunggu Waktu Berbuka Puasa
- 21 Feb 2026 16:20 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Perang suara meriam bambu menjadi kegiatan para pemuda Desa Torbang di Kecamatan Batuan di Bulan Ramadhan. Meriam bambu dibuat dari bambu, dan dibentuk menyerupai bentuk Meriam.
Bedanya, Meriam bambu dibunyikan dengan cara membakar karbit di lubang yang telah disediakan.
| Baca juga: NGABUBURIT LOMBA BURUNG DARA |
“Sebenarnya ini hanya perang suara Meriam. Jadi Meriam bambu yang punya suara lebih keras dinyatakan sebagai pemenang,” kata Abdurrahem, tokoh pemuda Desa Torbang.
Untuk mendapatkan bunyi Meriam bambu yang keras, menurut Rahem dibutuhkan keahlian dalam memilih bambu yang akan dijadikan Meriam. Biasanya bambu yang tua dan memiliki spesifikasi tebal, akan menghasilkan suara bambu yang lebih keras,” ujar Rahem.
Ada alasan khusus menurut Rahem, sehingga warga Desa Torbang memilih Meriam bambu sebagai media bermain tradisional sembari menunggu waktu berbuka puasa.
“kalau Meriam bambu itu kan tidak bahaya, beda kalau petasan atau mercon. Karena bisa membuat terluka,” ucapnya.
Meriam bambu yang dibuat warga biasanya memiliki ukuran 2 hingga 3 meter. Permainan Meriam bambu biasa dilakukan di perbukitan torbang pada sore hari. Warga biasanya datang pada pukul 3 sore dan lomba Meriam bambu berlangsung hingga menjelang waktu buka puasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....