Tradisi Nyekar Identik Penjual Bunga Dadakan yang Menjamur
- 12 Feb 2026 12:16 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep : Masyarakat Kabupaten Sumenep mulai menjalankan tradisi nyekar atau ziarah kubur ke makam keluarga menjelang bulan suci Ramadhan. Tradisi tahunan ini biasanya ramai dilakukan warga sejak H-5 hingga satu hari sebelum memasuki puasa.
Warga datang ke pemakaman untuk mendoakan keluarga serta leluhur yang telah meninggal dunia dengan membawa bunga tabur. Momen religi ini memicu munculnya fenomena musiman berupa menjamurnya pedagang bunga dadakan di berbagai sudut kota.
Para penjual tersebut menjajakan dagangannya di sekitar area pemakaman maupun di pinggir perempatan jalan protokol Sumenep. Salah satu penjual bunga di Desa Pamolokan, Tija, mengaku telah menjalankan usaha turun-temurun ini selama belasan tahun.
Ia selalu memanfaatkan momentum menjelang Ramadhan dan Idul Fitri untuk memenuhi tingginya kebutuhan bunga tabur masyarakat. Usaha musiman ini dinilai sangat membantu perekonomian warga lokal di tengah meningkatnya permintaan pasar.
"Setiap menjelang Ramadhan saya selalu berjualan bunga tabur untuk memenuhi kebutuhan warga yang akan nyekar," katanya, Kamis 12 Februari 2026.
Harga bunga ziarah saat ini mengalami kenaikan dan dijual seharga Rp 5 ribu untuk setiap bungkusnya. Pada hari normal, komoditas ini biasanya hanya dijual pada kisaran harga Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu per bungkus.
"Kenaikan harga ini terjadi karena modal dari pengepul bunga juga mengalami kenaikan menjelang bulan puasa," terangnya.