Ketegaran Nenek Pencari Nafkah di Masjid Jamik Sumenep
- 26 Sep 2025 14:45 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep: Jika anda berkunjung atau kebetulan sholat di Masjid Jamik Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Maka dipintu masuk akan dijumpai perempuan lansia penjual kacang dan air meneral.
Namanya Punami (70) warga Desa Banasare, Kecamatan Rubaru, yang sudah puluhan tahun mencari sesuap nasi di pintu gerbang masjid ikon pulau Madura itu.
“Saya sudah idzin pada takmir masjid untuk berjualan dan bermalam diemperan masjid ini,”katanya, selasa (3/9/2025).
Perempuan yang punya empat cicit ini mengaku pulang setelah subuh dengan ikut mobil penumpang umum untuk menjemput dagangannya. Baru sekitar pukul 10.00 Wib kembali lagi ke Sumenep untuk berjualan lagi.
“Kalau malam saya tidur dihalaman masjid sambil menunggu pembeli dimalam hari,” ungkapnya.
Omset berjualan kacang dan air meneral yang didapatkan sekitar Rp 70.000 per hari. Namun baginya itu sudah cukup. Karena nenek lansia itu hanya butuh makan agar sehat. Sehingga bisa beribadah. Sebab anaknya sudah berkeluarga semua dan dia hanya tinggal sendirian.
“Untuk saya yang terpenting sehat. Dan alhamdulilah masih bisa bekerja sendiri,” katanya penuh syukur.
Begitulah kegiatannya setiap hari. Dia hanya beristirahat untuk sholat berjemaah, setelah itu kembali lagi. Sesekali kacang yang dijualnya dimakan merpati yang berterbangan disekitar masjid, saat perempuan yang ditinggal mati suaminya itu tertidur sambil duduk.
“Kalau kepayahan dia tidur duduk, dan dibangunkan oleh warga yang akan membeli.” kata Abdullah salah seorang warga.
Bagi Punami, selama masih kuat dan sehat, berusaha sendiri adalah kemulyaan. Apalagi bisa berjualan di Depan masjid bersejarah di Pulau madura itu. Karena sambil berjualan setiap saat selalu diingatkan untuk bersholat jemaah yang lima waktu.