Tradisi Arebbe Ketupat dan Apen Sebelum Bulan Ramadhan
- 28 Feb 2025 09:02 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep: Bagi umat Islam, Bulan Ramadhan merupakan salah satu bulan Istimewa. Tidak heran, terdapat berbagai tradisi dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Tidak terkecuali masyarakat Kabupaten Sumenep, Madura yang memiliki tradisi arebbe atau yang juga disebut sebagai ater – ater.
Tradisi arebbe, disambut antusias oleh masyarakat Sumenep, ditandai dengan kegiatan saling mengatarkan makanan kepada kerabat atau tetangga terdekat.
Makanan yang dibagikan ini disebut sebagai “Rebbe”. Namun makanan pada tradisi rebbe ketika hampir memasuki bulan Ramadhan di Kabupaten Sumenep khususnya didesa Pabian Kecamatan Kota, sedikit berbeda dengan daerah lainnya.
Makanan yang diberikan berupa ketupat atau lontong, urap – urap, telur dan kue apem.
Menurut salah seorang warga desa Pabian Marsuki, tradisi ini telah ada sejak dahulu. Dan terus terjaga sampai saat ini. Bahkan warganya, ketika menjelang Ramadhan saat ini banyak yang menjadi penjual ketutat dadakan, penjual kue apen dadakan.
“Warga sangat antusias ketika mau memasuki bulan Ramadhan. Hampir seluruh warga di sini melakukan tradisi rebbe yang terdiri dari ketupat, urap – urap dan apen,” terangnya, Jumat (28/2/2025).
Marsuki menambahkan, tradisi arebbe menjelang Ramadhan ini dipercaya oleh warga sebagai bentuk rasa syukur karena bisa menjalankan ibadah puasa kembali.
“Disetiap daerah tradisinya macam – macam. Ada yang arebbe makanan dengan berbagai jenis lauk pauk, ada yang hanya kue basah. Itu semua tergantung dari tradisi di daerah mereka sendiri,” imbuhnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....