Perempuan Berdaya, UMKM Berjaya
- 21 Sep 2026 18:16 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian keluarga dan masyarakat melalui usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM. Ketika perempuan memiliki akses terhadap pengetahuan, modal, teknologi, serta ruang untuk mengembangkan usaha, UMKM berpeluang tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.
Hal tersebut mengemuka dalam UMKM Bicara, Senin, 21 September 2026, bersama aktivis perempuan yang juga pengurus Srikandi KERIS Bidang Pendidikan, Nur Waida membahas tema “Perempuan Berdaya, UMKM Berjaya”. Dalam kesempatan tersebut, perempuan tidak hanya dipandang sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi keluarga yang memiliki potensi besar untuk menciptakan kemandirian.
Nur Waida menjelaskan, banyak perempuan memulai usaha dari kebutuhan sederhana di lingkungan keluarga. Usaha kuliner, kerajinan, perdagangan, hingga jasa menjadi pilihan karena dapat disesuaikan dengan kondisi dan aktivitas rumah tangga. Namun, tantangan yang dihadapi tidak sedikit, mulai dari keterbatasan kemampuan keahlian diri, modal, pemasaran, literasi digital, hingga kemampuan mengelola keuangan.
“Kalau seperti saya bergerak di usaha mikro petis ikan, yang sebenarnya menjadi usaha keluarga turun temurun, namun saat ini semakin dikreasikan dengan packaging yang lebih menarik dengan tanpa mengubah rasa,” katanya menjelaskan usaha yang digelutinya.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan modal. Perempuan pelaku UMKM juga membutuhkan pendampingan agar mampu mengelola usaha secara profesional, memahami pemasaran, menentukan harga produk, mencatat keuangan, dan memanfaatkan teknologi digital.
Digitalisasi menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan perempuan untuk memperluas pasar. Media sosial dan platform perdagangan digital memungkinkan produk UMKM dikenal tidak hanya di lingkungan sekitar, tetapi juga menjangkau konsumen dari daerah lain. Namun, kemampuan menggunakan teknologi harus diiringi dengan literasi digital agar pelaku usaha mampu menjaga keamanan transaksi dan membangun kepercayaan konsumen.
“Pentingnya membangun kepercayaan diri perempuan. Perempuan pelaku UMKM perlu melihat dirinya bukan sekadar sebagai pelengkap ekonomi keluarga, tetapi sebagai pelaku ekonomi yang memiliki kemampuan menghasilkan pendapatan dan membuka peluang kerja bagi orang lain,” imbuhnya.
Pemberdayaan perempuan juga membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari lingkungan. Keluarga, masyarakat, pemerintah, lembaga keuangan, hingga komunitas memiliki peran dalam menciptakan ekosistem usaha yang ramah bagi perempuan. Dengan dukungan tersebut, perempuan diharapkan semakin berani mengembangkan usaha dan mengambil keputusan ekonomi secara mandiri.
Perempuan berdaya bukan hanya tentang memiliki usaha, tetapi tentang memiliki kesempatan untuk berkembang. Ketika perempuan mendapatkan ruang, pengetahuan, dan dukungan yang memadai, UMKM dapat tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi keluarga serta masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....