Rap-Orap vs Makanan Kekinian, Siapa Bilang Kalah?

  • 05 Jul 2026 09:03 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Di tengah gempuran burger, kebab, hingga dimsum, Kalianget masih punya senjata rahasia yang tak kalah lezat, yakni Rap-Orap. Kuliner tradisional berbahan aneka sayuran rebus yang dipadukan dengan parutan kelapa berbumbu ini tetap bertahan dan masih dijual di sejumlah pasar tradisional maupun penjual kuliner pagi di kawasan Kalianget dan sekitarnya.

Di Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Rap-Orap masih mudah ditemukan, terutama pada pedagang makanan tradisional yang berjualan pada pagi hari. Meski tampil sederhana, kuliner ini tetap menjadi pilihan masyarakat dari berbagai kalangan karena rasanya yang gurih, mengenyangkan, dan harganya yang ramah di kantong.

Di tengah persaingan kuliner yang semakin beragam, Rap-Orap membuktikan bahwa makanan tradisional tidak harus mengikuti tren untuk tetap dicintai. Kesederhanaannya justru menjadi kekuatan utama yang membuatnya terus bertahan hingga sekarang.

Kenapa Rap-Orap Berani Menantang Makanan Kekinian?

  • Lebih sehat, karena berisi aneka sayuran rebus dan kelapa berbumbu.
  • Harga ramah kantong, mulai dari sekitar Rp5.000 hingga Rp12.000 per porsi, jauh lebih murah dibanding banyak makanan modern.
  • Rasa autentik, dengan perpaduan gurih kelapa, sambal khas, dan lauk tradisional yang sulit ditiru makanan cepat saji.
  • Penuh nostalgia, menjadi cita rasa masa kecil masyarakat Madura yang masih bertahan hingga sekarang.

Burger boleh viral, dimsum boleh ramai diburu, kebab boleh terus bermunculan. Namun, bagi masyarakat Madura, khususnya di Kalianget, Rap-Orap tetap menjadi juara di hati. Sebab, kelezatan yang lahir dari resep turun-temurun tidak pernah lekang oleh waktu.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....