Tantangan Baznas Kabupaten Pamekasan Ubah Mustahik Jadi Muzaki
- 05 Jul 2026 04:07 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Mengubah pola pikir masyarakat penerima bantuan menjadi tantangan terbesar yang dihadapi oleh Baznas Kabupaten Pamekasan dalam mengelola zakat produktif bagi sektor UMKM. Sejauh ini, sebagian besar pelaku usaha mikro masih terjebak dalam paradigma lama yang menganggap bantuan dari lembaga zakat sebagai hibah konsumtif biasa. Akibatnya, esensi bantuan yang seharusnya menjadi pemantik keberlanjutan usaha sering kali kurang diperhatikan dampak jangka panjangnya oleh para mustahik.
Menyikapi kendala tersebut, Wakil Kepala Satu Bidang Pengumpulan Baznas Kabupaten Pamekasan, Abd. Rahman Abbas, menegaskan pentingnya pengawasan dan edukasi yang masif di tingkat bawah. Solusi konkret yang kini dijalankan lembaga adalah melakukan pendekatan personal serta sosialisasi berkala mengenai tata kelola bisnis demi meningkatkan keuntungan pelaku usaha.
“Pemantauan ini krusial dilakukan guna memastikan roda usaha komoditas kecil, seperti pedagang gorengan dan kelontong sekolah, tidak berhenti di tengah jalan,” jelasnya, Sabtu, 3 Juli 2026.
Demi memperkuat aspek manajerial dan perluasan pasar UMKM binaan ke depan, Baznas Kabupaten Pamekasan tengah merancang program pendampingan intensif yang lebih modern. Pihak Baznas menyambut baik tawaran kerja sama dari sektor perguruan tinggi setempat untuk ikut menerjunkan akademisi dalam mengedukasi pelaku usaha mikro.
“Langkah sinergis ini direncanakan matang agar dapat terealisasi penuh pada tahun depan, mencakup pelatihan manajemen keuangan dasar hingga strategi pemasaran produk yang efektif,” ucapnya.
Di sisi lain, peran serta para pembayar zakat (muzaki) besar di wilayah Pamekasan, khususnya dari sektor industri daerah seperti pengusaha rokok, dinilai sangat strategis. Baznas berharap ke depannya terjalin koordinasi yang kuat di mana para pengusaha besar dapat ikut membangun ekosistem usaha kemitraan bagi masyarakat kurang mampu. Kolaborasi ini diyakini mampu mempercepat pemulihan ekonomi daerah mengingat daya serap tenaga kerja lokal di sektor industri rokok terbukti sangat tinggi.
Meski hasil perpindahan status mustahik menjadi muzaki mandiri yang rutin berzakat masih berproses dan membutuhkan perjuangan panjang, tanda-tanda positif mulai terlihat di lapangan. Sejumlah pelaku usaha mikro binaan yang awalnya kesulitan secara finansial kini perlahan mulai mampu menyisihkan sebagian pendapatannya untuk berinfak. Perubahan kecil pada aspek kesadaran berbagi ini menjadi modal spiritual berharga dalam membangun fondasi UMKM Pamekasan yang tangguh dan mandiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....