Rujak Legendaris Tomina Bertahan Tiga Dekade

  • 04 Jul 2026 16:29 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Di tengah maraknya kuliner modern yang terus bermunculan, Ibu Tomina (45), warga Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, tetap setia mempertahankan usaha rujak tradisional yang telah digelutinya selama sekitar 30 tahun.

Perempuan yang mulai berjualan sejak usia 15 tahun itu kini dikenal sebagai salah satu penjual rujak legendaris di wilayah Kalianget. Cita rasa khas yang dipertahankan secara turun-temurun membuat pelanggannya datang dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Ibu Tomina mengaku memilih tetap menjalankan usaha rujak karena kecintaannya terhadap kuliner tradisional serta dukungan para pelanggan yang selama ini setia membeli dagangannya.

“Saya mulai berjualan sejak usia 15 tahun. Awalnya membantu keluarga, kemudian saya terus melanjutkan usaha ini sampai sekarang. Alhamdulillah masih banyak pelanggan yang datang,” ujar Tomina saat ditemui di tempat berjualannya.

Menurutnya, menjaga kualitas bahan dan racikan bumbu menjadi kunci utama agar pelanggan tidak beralih ke tempat lain. Ia selalu menggunakan buah-buahan segar dan mempertahankan resep yang telah digunakan selama puluhan tahun.

“Yang paling penting adalah rasa. Saya berusaha menjaga kualitas buah dan bumbu supaya pelanggan tetap puas dan ingin kembali membeli,” katanya.

Keberadaan usaha rujak Tomina menjadi bukti bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat meskipun harus bersaing dengan berbagai jenis makanan modern. Setiap hari, lapaknya ramai dikunjungi pelanggan yang ingin menikmati sensasi rujak dengan cita rasa khas yang sulit ditemukan di tempat lain.

Sejumlah pelanggan menilai rasa rujak buatan Tomina tetap konsisten dari tahun ke tahun. Selain itu, harga yang terjangkau juga menjadi alasan masyarakat terus memilih rujak tersebut sebagai camilan favorit.

Dengan pengalaman berjualan selama tiga dekade, Ibu Tomina berharap kuliner tradisional tetap diminati oleh generasi muda dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

“Saya berharap anak-anak muda tetap menyukai makanan tradisional. Kuliner seperti rujak adalah bagian dari budaya yang perlu dijaga bersama,” ucapnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....