H-5 Lebaran, Deretan UMKM di Jalan MAN Sumenep Mendadak Sepi, Pedagang Mulai Khawatir

  • 15 Mar 2026 16:54 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Menjelang Hari Raya Idulfitri, suasana yang biasanya ramai justru berubah menjadi sunyi di sepanjang Jalan MAN Sumenep. Pada H-5 Lebaran, tepatnya Minggu, 15 Maret 2026, sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terlihat duduk menunggu pembeli yang tak kunjung datang.

Pemandangan ini cukup mengejutkan bagi para pedagang. Pada tahun-tahun sebelumnya, kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu titik kuliner yang ramai menjelang waktu berbuka hingga malam hari, terutama saat mendekati Lebaran. Namun kali ini, kondisi berbeda justru terjadi.

Sri Wahyuni, seorang pedagang yang menjual minuman cendol dan bubur ayam di kawasan tersebut, mengaku mulai merasakan penurunan pembeli sejak dua hari terakhir. Ia mengatakan, biasanya pada pukul 16.30 lapaknya sudah dipadati pembeli dan sebagian besar dagangannya hampir habis terjual.

“Biasanya jam segitu sudah ramai sekali, bahkan sering hampir habis. Tapi sekarang sepi,” ujarnya.

Menurut Sri, kondisi tahun ini jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan hingga H-1 Lebaran pada tahun lalu, aktivitas jual beli di kawasan Jalan MAN Sumenep masih berlangsung sangat ramai.

Ia juga mengaku kebingungan mencari penyebab turunnya jumlah pembeli. Pasalnya, selama sepekan terakhir cuaca di wilayah tersebut tergolong cerah dan bersahabat, sehingga tidak ada hambatan bagi masyarakat untuk keluar rumah.

“Kalau hujan mungkin bisa dimaklumi karena orang malas keluar untuk jajan, tapi sekarang cuaca bagus saja,” katanya dengan nada pelan.

Kondisi ini membuat Sri mulai khawatir. Ia takut makanan yang sudah dipersiapkan tidak terjual dan akhirnya terbuang. Bagi pedagang kecil seperti dirinya, kerugian tersebut tentu cukup berat karena bahan baku dan tenaga sudah dikeluarkan sejak pagi hari.

Jika situasi ini masih berlanjut hingga esok hari, Sri berencana mengambil langkah untuk sementara menutup usahanya. Ia menilai keputusan tersebut lebih baik daripada terus memproduksi makanan yang berpotensi tidak laku.

“Kalau besok masih sepi, mungkin saya tutup dulu. Lebih baik istirahat daripada makanan yang sudah dibuat malah terbuang,” ungkapnya.

Para pedagang berharap kondisi ini hanya terjadi sementara dan keramaian akan kembali seperti biasanya menjelang Lebaran. Mereka tetap menaruh harapan agar masyarakat kembali berkunjung dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut kembali hidup.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....