Selama Ramadan, Pengrajin Tahu Tempe Kurangi Produksi

  • 11 Mar 2026 14:55 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Aroma kedelai yang biasanya mengepul dari dapur-dapur pengrajin tahu dan tempe di Kabupaten Sumenep kini tak sekuat hari-hari biasa. Selama bulan Ramadan, produksi tahu tempe di Kabupaten palig timur mulai Madura ini cenderung berjalan di tempat, bahkan mengalami penurunan.

Seorang pengusaha tahu tempe asal Kecamatan Lenteng, H. Wasik, mengungkapkan bahwa produksi usahanya menurun dibandingkan hari normal. Jika biasanya ia mampu memproduksi sekitar 200 papan tahu dan tempe per hari, selama Ramadan jumlahnya turun menjadi sekitar 150 papan.

“Kurang lebih segitu. Kalau bulan puasa, warga biasanya mencari variasi lauk yang berbeda-beda setiap hari,” ujarnya.

Tak hanya itu, permintaan dari sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga ikut berkurang. Menurut Wasik, sebagian penyedia layanan tersebut memilih menu alternatif karena para siswa sedang menjalankan ibadah puasa.

Kondisi ini membuat para pengusaha berharap situasi segera kembali normal setelah Ramadan berakhir. Mereka optimistis permintaan tahu tempe akan kembali meningkat seiring aktivitas masyarakat yang kembali seperti biasa.

“Semoga setelah puasa bisa normal lagi, supaya ekonomi kami juga bisa membaik,” ucap Wasik.

Sementara itu, Asma, warga Kecamatan Bluto, menilai penurunan konsumsi tahu tempe memang kerap terjadi menjelang Hari Raya. Menurutnya, masyarakat mulai beralih mencari lauk yang lebih beragam, terutama berbahan daging.

“Biasanya kecenderungan masyarakat akan mencari lauk yang lebih menggoda. Saat hari raya semakin dekat, sehingga tahu tempe seperti dinomorduakan,” katanya sambil tersenyum.

Rekomendasi Berita