Kacang Tanah Mahal, Pedagang Kecil Ikut Terjepit

  • 06 Feb 2026 16:41 WIB
  •  Sumenep

RI.CO.ID, Sumenep - Harga kacang tanah di Kabupaten Sumenep tengah mengalami kenaikan signifikan. Saat ini, kacang tanah bersih dijual dengan harga sekitar Rp44.000 per kilogram, sementara kacang yang masih berkulit tembus Rp50.000 per kilogram. Padahal, pada Desember 2025 lalu, harga komoditas ini masih berada di kisaran Rp30.000 per kilogram.

Kenaikan harga tersebut dirasakan langsung oleh para pedagang kecil, salah satunya Bunami, penjual kacang tanah rebus yang mangkal di depan Masjid Jamik Sumenep. Saat ditemui pada Jumat, 2 Februari 2026, ia mengungkapkan bahwa mahalnya harga kacang disebabkan oleh stok yang semakin menipis di pasaran.

Menurut Bunami, kondisi ini terjadi karena sebagian besar sawah dan ladang petani saat ini ditanami jagung dan padi. Akibatnya, kacang tanah yang beredar sekarang merupakan sisa stok panen tahun lalu yang jumlahnya terbatas. “Karena stoknya sedikit, jadi harganya mahal sekali,” ujarnya.

Tak hanya faktor pola tanam, serangan hama tikus juga ikut memperparah kondisi. Hama tersebut menyerang tanaman kacang tanah pada musim panen sebelumnya, sehingga hasil yang diperoleh petani tidak maksimal dan stok pun tidak melimpah.

Dampak dari kenaikan harga kacang tanah ini memaksa Bunami menaikkan harga jual kacang rebus yang ia dagangkan. Jika sebelumnya satu bungkus kacang rebus dijual Rp2.000, kini harganya naik menjadi Rp3.000 per bungkus.

Bunami mengaku sempat berpikir untuk tidak menaikkan harga demi mempertahankan pelanggan. Namun, tingginya harga bahan baku membuatnya tidak punya banyak pilihan. “Sempat berpikir tidak mau naikkan harga, tapi isinya per bungkus terpaksa kami kurangi,” imbuhnya, sambil mengusir merpati liar yang sesekali mencuri kacang tanah rebus yang dijemurnya.

Kondisi ini menjadi gambaran bagaimana fluktuasi harga hasil pertanian berdampak langsung pada pedagang kecil dan konsumen. Selama stok kacang tanah belum kembali stabil, harga tinggi diperkirakan masih akan bertahan di pasaran.

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....