Seberapa Cuan Usaha Bakso Taichan?

  • 27 Jan 2026 08:52 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Taichan, pecinta kuliner tentu tidak asing dengan kata ini. Tren olahan taichan berawal dari sate taichan, yakni sate ayam tanpa bumbu kacang yang disajikan dengan sambal pedas dan perasan jeruk, yang populer di kota-kota besar Indonesia. Kepopulerannya didorong media sosial seperti Instagram dan TikTok karena tampilan menarik dan cita rasa pedas khas, terutama di kalangan generasi muda.

Seiring perkembangan tren, taichan juga hadir sebagai variasi bakso. Bakso taichan hadir sebagai inovasi menu sekaligus peluang usaha baru bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menyasar pecinta pedas, termasuk di Sumenep.

Diana Mayangsari, salah satu pelaku UMKM Bakso Taichan di Sumenep menceritakan awal mula ia membuka usahanya. “Berawal dari saya yang memang pecinta pedas mencari ide masakan pedas yang enak, saya googling dan menemukan ide bisnis ini,” ujarnya di UMKM Bicara Pro 1 RRI Sumenep, Senin, 26 Januari 2026. “Waktu itu belum ramai ada tren taichan di Sumenep, sekitar tiga atau empat tahun lalu.”

Diana, sapaan akrabnya, mengawali usahanya dengan sistem delivery order. “Awalnya Cuma 20 porsi per hari, tapi sekarang dengan ikut Paguyuban Pedagang Pasar Minggu, bisa tembus 75 porsi per hari,” kata wanita asal Kabupaten Malang ini.

Menurutnya peluang usaha Bakso Taichan masih sangat menjanjikan karena kuliner pedas masih menjadi favorit generasi muda dan para wanita. “Sebelumnya saya punya usaha kuliner lain juga tapi paling sreg (cocok red) dengan usaha Bakso Taiichan ini, jadi tinggal mengembangkan terus ke depan,” ujarnya.

Meski muncul pesaing, Diana mengaku tidak khawatir karena rahasianya ada di rasa bakso yang tidak mudah ditiru. “Tiap penjual pasti berbeda meraciknya, kalau bakso saya rahasianya ada di tekstur serat daging utuh dan rasa kuah pedasnya,” ucapnya.

Diana menjual bakso taichan miliknya dengan harga Rp 15.000 per porsi. Dalam satu porsi bakso ini pelanggannya akan menikmati satu bakso daging besar, lima bakso kecil ditambah kuah pedas dan tetelan lemak daging serta cabe utuh untuk versi super pedas.

Ia mengungkapkan tantangan usaha yang digelutinya cuma satu, yakni melambungnya harga cabai, sehingga harus punya strategi agar tetap bisa berjualan. “Biasanya saya siasati dengan nyetok cabai yang kemudian dibekukan,” katanya. “Jadi saya berharap harga cabai terus stabil dan pemerintah terus mendukung pelaku UMKM dengan terus mengadakan Pasar Minggu.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....