Lamongan ke Sumenep, Mengukir Asa Lewat Bakpao Keliling

  • 21 Jan 2026 12:27 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep — Pak Teguh (44), seorang pedagang bakpao keliling, menjalani hidup sederhana dengan kisah perjuangan panjang. Sejak tahun 2000, ia menekuni usaha berjualan bakpao sebagai mata pencaharian utama untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Demi mencari rezeki yang halal dan kehidupan yang lebih baik, Pak Teguh memutuskan merantau dari kampung halamannya di Lamongan ke Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Keputusan tersebut diambil dengan tekad kuat meski harus meninggalkan keluarga dan menghadapi berbagai keterbatasan.

Pada awal merintis usaha, Pak Teguh menjual bakpao dengan harga yang sangat terjangkau, yakni Rp 200 per biji. Ia berkeliling dari satu tempat ke tempat lain untuk menawarkan dagangannya kepada masyarakat tanpa mengenal waktu dan kondisi.

Pak Teguh saat melayani pembeli Rabu, 21 Januari 2026. (Foto: RRI/Sandri Setiawan)

Dalam menjalani keseharian, Pak Teguh harus menghadapi panas terik matahari maupun hujan yang datang silih berganti. Meski penghasilan yang diperoleh saat itu belum seberapa, ia tetap menjalaninya dengan penuh kesabaran dan rasa syukur.

“Saya hanya ingin bekerja jujur dan halal. Walaupun capek keliling, yang penting bisa mencukupi kebutuhan keluarga,” ujar Pak Teguh saat ditemui RRI di sela-sela aktivitas berjualannya, Rabu, 21 Januari 2026.

Seiring berjalannya waktu, kenaikan harga bahan baku dan biaya hidup membuat harga jual bakpao ikut mengalami penyesuaian. Saat ini, bakpao dagangannya dijual dengan harga Rp 3.000 per biji, namun kualitas rasa tetap dijaga agar pelanggan tidak kecewa.

Lebih dari sekadar berdagang, kisah Pak Teguh mencerminkan nilai kerja keras, ketekunan, dan kejujuran. Perjuangannya menjadi gambaran nyata semangat perantau yang pantang menyerah demi masa depan yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....