Kisah Sukses Produksi Rumahan Otak-Otak Bandeng Sumenep

  • 17 Mar 2025 21:54 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Siapa bilang ibu rumah tangga tidak bisa menghasilkan cuan? Ibu rumah tangga sosok yang multitalenta, bukan hanya bisa memasak untuk keluarga tapi juga bisa memasak untuk dijual kembali.

Nur Siti, salah satu ibu rumah tangga yang kini sukses dengan usaha rumahannya. Wanita paruh baya ini awalnya ada tukang masak sebutan familiar di kalangan masyarakat Sumenep, kalau mungkin sekarang bahasa kerennya “chef”. Ia memang jago masak, bukan hanya di keluarganya tapi jago memasak untuk hajatan atau acara besar yang melibatkan 500 sampai 1000 undangan.

Namanya dikenal sebagai “tukang” yang bisa diundang untuk memasak ketika seseorang punya hajatan. Dari sinilah keahlian memasak bu nur semakin terasah, apa yang dihidangkannya selalu bercita rasa lezat dan autentik.

Setelah menjadi tukang masak, ia berinisiatif untuk membuat produk olahan. Ia membuat produk olahan yang kita kenal khas Gresik, yakni otak-otak ikan bandeng. Hal ini membuat makanan khas Gresik itu, kini bisa dijumpai di Desa Marengan Laok, Sumenep.

Ciri khas otak-otak bandeng Bu Nur, sapaan akrabnya, menggunakan daging bandeng asli yang dipadukan dengan rempah hasil racikannya sendiri. Di awal, ia memberanikan diri untuk mengolah ikan bandeng yang tidak hanya sekedar di goreng saja.

“Biasanya kan hanya digoreng saja, akhirnya saja punya ide untuk membuat olahan bandeng yaitu otak-otak bandeng, karena bandeng dimakan dengan nasi plus sambal dan tidak ada tulangnya wah tidak bisa dibayangkan nikmatnya,” ujar Bu Nur, Senin (17/3/2025).

Karena setiap orang rasanya memang terganggu dengan tulang ikan bandeng yang lebih banyak dari ikan lainnya. Setelah melalui proses inovasi pembuatan sendiri ternyata dirasa enak dan dibagikan kepada tetangga.

“Tetangga mengatakan kalau olahan otak-otak bandeng saya beda dengan yang biasanya dari situ saya kepikiran untuk menjual otak – otak bandeng Nur Amanah,” kata Bu Nur bercerita.

Dalam proses pembuatannya Bu Nur tidak sendirian, ia mengajak serta para tetangga dan sanak saudaranya untuk ikut serta dalam pengolahan otak-otak bandeng.

“Awalnya produksi cuma 1 kilogram dalam sehari itu pun bandengnya saya beli di pasar baru ke tahapan produksi. Kenapa saya mengajak saudara dan tetangga karena saya tidak mau sukses sendiri saya ingin bermanfaat untuk saudara dan para tetangga khususnya ibu-ibu dan janda di desa saya,” tutur Bu Nur.

Setelah usaha ini berjalan ternyata mendapatkan atensi khusus dari Kepala Desa setempat dan Dinas terkait, yang menjadikan usahanya sebagai Produk olahan dan Pemasar (Poklaksar) Nur Amanah Desa Marengan Laok Kecamatan Kalianget. Produknya bukan hanya diproduksi dalam jumlah kecil tapi produk olahannya bisa diproduksi dalam skala sedang sampai besar.

Hingga saat ini produk olahan otak - otak bandeng bu nur memproduksi kurang lebih 10 Kg ikan bandeng setiap hari sesuai dengan permintaan pasar. Meskipun Bu Nur adalah ibu-ibu yang kurang paham dengan kecanggihan teknologi untungnya dari Dinas Perikanan Sumenep membantunya dalam hal perizinan usaha. Selain itu juga memberikan edukasi tentang bagaimana mengolah suatu produk dengan higienis, pemasaran melalui online dan lainnya.

“ Usaha ini sudah berjalan kurang lebih 2 Thn dengan pekerja yang terlibat kurang lebih 10 orang yang didominasi emak – emak hebat,” kata Subaidi, Penelaah Penerapan & Pelayanan Teknis Dinas Perikanan Kab. Sumenep.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....