Bisnis Viral Belum Tentu Cocok di Daerah
- 09 Sep 2026 12:05 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Tren bisnis yang viral di media sosial belum tentu sesuai dengan kebutuhan masyarakat di setiap daerah. Dosen Program Studi Manajemen UNIBA Madura, Buhairi, S.M., M.M., meminta anak muda melakukan riset sebelum menjadikan tren sebagai peluang usaha.
Buhairi menyampaikan hal tersebut dalam program Muda Kreatif RRI Pro2 Sumenep, Selasa 1 September 2026. Ia mengatakan media sosial dapat menjadi sumber informasi untuk menemukan peluang bisnis, tetapi tidak boleh menjadi satu-satunya acuan dalam menentukan usaha.
Menurutnya, produk yang sedang viral di suatu daerah belum tentu mendapatkan respons yang sama ketika ditawarkan di wilayah lain. Perbedaan karakteristik masyarakat, lokasi dan kebutuhan menjadi faktor yang harus diperhatikan calon pelaku usaha.
Buhairi mencontohkan bisnis laundry yang berkembang di kawasan perkotaan karena banyak mahasiswa dan masyarakat memiliki keterbatasan waktu untuk mencuci. Namun, kondisi tersebut belum tentu sama dengan masyarakat di wilayah kepulauan yang memiliki aktivitas dan kebutuhan berbeda.
Karena itu, ia menekankan pentingnya menentukan target pasar sebelum menjalankan bisnis. Riset dapat membantu calon pengusaha mengetahui apakah produk atau jasa yang akan ditawarkan benar-benar dibutuhkan masyarakat di lokasi tersebut.
"Saya ingin mengingatkan anak muda agar tidak sekadar mengikuti tren karena melihat sebuah produk ramai diperbincangkan. Produk yang viral tetap perlu dimodifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar agar memiliki peluang lebih besar untuk bertahan." katanya.
Buhairi menilai kreativitas dan riset harus berjalan bersama dalam membangun usaha. Menurutnya, ide bisnis yang baik bukan hanya menarik secara konsep, tetapi juga mampu memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....