Pemkab Sumenep Stabilkan Harga Melalui Kios Inflasi

  • 02 Sep 2026 09:53 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep terus melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah melalui program Kios Inflasi Operasi Pasar MinyaKita. Program ini menyasar masyarakat secara langsung dengan menyediakan minyak goreng bersubsidi sesuai Harga Eceran Tertinggi atau HET.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Sumenep Moh. Ramli, Rabu 9 September 20206 mengatakan, pelaksanaan program melibatkan pemerintah daerah bersama Perum Bulog dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID. Kegiatan juga dapat melibatkan organisasi perangkat daerah teknis serta lembaga terkait lainnya.

“Pengadaan MinyaKita bekerja sama dengan Bulog, sedangkan pelaksanaannya bisa dalam bentuk kegiatan TPID, OPD teknis, maupun melibatkan lembaga seperti Polres dan kejaksaan,” ujar Moh. Ramli.

Menurutnya, Kios Inflasi Operasi Pasar MinyaKita dilaksanakan di sejumlah lokasi, di antaranya Pasar Anom Sumenep, pasar-pasar kecamatan, serta dalam kegiatan pameran pembangunan. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan MinyaKita dengan harga yang terjangkau.

“Tujuan utamanya untuk menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, sekaligus memastikan ketersediaan MinyaKita di pasar. Dengan begitu, daya beli masyarakat tetap terjaga,” katanya.

Moh. Ramli menegaskan, harga MinyaKita dalam program tersebut mengacu pada HET yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter. Pedagang mitra Bulog wajib mematuhi ketentuan harga tersebut dan tidak diperbolehkan menjual MinyaKita di atas HET.

“Pengawasan tetap dilakukan agar MinyaKita yang disalurkan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan harga. Kami berharap program ini bisa membantu masyarakat sekaligus menjaga harga bahan pokok dan inflasi di Sumenep,” ujar Moh. Ramli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....