Harga Tomat Anjlok, Sebagian Petani Sumenep Memilih Tidak Memanen Hasil Kebun

  • 16 Jul 2026 14:20 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep : Harga tomat di tingkat petani di Kabupaten Sumenep mengalami penurunan drastis pada pertengahan Juli 2026. Kondisi tersebut dikeluhkan para petani karena harga jual dinilai tidak lagi mampu menutupi biaya produksi dan ongkos panen.

Salah seorang petani tomat asal Kecamatan Guluk-Guluk, Bakir, mengatakan harga tomat terus merosot dalam beberapa pekan terakhir. Saat ditemui RRI pada 16 Juli 2026, ia menyebut penurunan harga membuat keuntungan petani hampir tidak ada, bahkan sebagian harus menanggung kerugian.

Menurut Bakir, rendahnya harga juga menyebabkan sebagian petani memilih membiarkan tomat tetap berada di lahan. Ia mengungkapkan, di Desa Errabu, Kecamatan Bluto, terdapat kebun tomat yang tidak dipanen karena biaya memetik dan mengangkut hasil panen dinilai lebih besar dibanding nilai jual yang diterima petani.

Bakir menduga anjloknya harga dipengaruhi oleh melimpahnya pasokan tomat di pasaran. Pada periode Juli, sejumlah daerah sentra hortikultura di Indonesia juga memasuki musim panen, sehingga volume tomat yang beredar meningkat dan menekan harga di tingkat petani.

Penurunan harga tomat umumnya terjadi ketika produksi meningkat secara bersamaan (panen raya), sementara permintaan pasar dan kapasitas distribusi maupun penyimpanan belum mampu menyerap seluruh hasil panen. Kondisi kelebihan pasokan tersebut menyebabkan harga di tingkat petani turun secara signifikan.

Pada Juli 2026, sejumlah daerah yang juga dikenal sebagai sentra produksi tomat memasuki masa panen, di antaranya wilayah Malang dan Batu (Jawa Timur), Jember, sebagian sentra hortikultura di Jawa Tengah seperti Magelang dan Temanggung, serta kawasan dataran tinggi di Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Musim panen yang berlangsung hampir bersamaan tersebut diperkirakan ikut meningkatkan pasokan tomat di pasar nasional.

Para petani berharap kondisi harga dapat segera membaik agar usaha budidaya tomat tetap memberikan keuntungan. Mereka juga berharap adanya penguatan distribusi, perluasan pasar, serta pengembangan industri pengolahan hasil hortikultura sehingga kelebihan produksi tidak selalu berujung pada anjloknya harga di tingkat petani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....