BBM Eceran Sulit Didapat, Kios Pinggir Jalan Mendadak Kosong
- 25 Jun 2026 10:01 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Banyak pedagang bahan bakar minyak (BBM) eceran dalam kemasan botol di Sumenep berhenti berjualan sementara. Hal itu disebabkan mereka kesulitan memperoleh pasokan BBM dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Dampaknya sejumlah kios BBM eceran di tepi jalan tampak kosong.Salah seorang pedagang BBM eceran di Kecamatan Rubaru, Sa’dali kamis 25 Juni 2026, mengungkapkan bahwa para pedagang kini menghadapi kesulitan untuk membeli BBM menggunakan jeriken. Aturan dan pengawasan yang semakin ketat membuat proses pembelian menjadi sulit. https://Baca Juga: https://rri.co.id/sumenep/regional/2515456/antrean-bbm-mengular-di-spbu-paberasan-warga-berharap-pasokan-kembali-normal
“Kalaupun bisa membeli menggunakan jeriken, kami harus mengantre berjam-jam di SPBU. Itupun dengan jumlah yang terbatas dan sedikit,” ujarnya.
Akibatnya, harga jual BBM eceran mengalami kenaikan. Saat ini, BBM yang dijual dalam botol plastik ukuran besar dipasarkan dengan harga antara Rp17.000 hingga Rp18.000 per botol, tergantung jenis dan ketersediaan stok.
“Tidak hanya BBM jenis Pertalite, BBM non-subsidi seperti Pertamax juga tetap diminati masyarakat meskipun harganya mengalami kenaikan,” katanya.
Sa’dali menambahkan, banyak rekan sesama pedagang BBM eceran memilih menghentikan sementara aktivitas usahanya karena sulit memperoleh pasokan.
“Wajar kalau banyak kios kecil di pinggir jalan yang kosong,” ujarnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....