Konsumen Pertamax Beralih ke Pertalite Pasca Penyesuaian BBM Per 10 Juni

  • 10 Jun 2026 10:44 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) khususnya pertamax yang diberlakukan sejak 10 Juni 2026 dikeluhkan warga khususnya konsumen. Pengguna jenis BBM non subsidi itu mengaku terbebani jika tetap bertahan menggunakan pertamax.

”Sangat berat, bagi kami (pengguna pertamax, red) soalnya sekarang sangat mahal. Kenaikannya sangat signifikan,” ungkap Hokiyanto, salah seorang pengguna pertamax, Rabu 10 Juni 2026, pagi.

Per 10 Juni 2026, Pemerintah secara resmi melakukan penyesuaian harga BBM. Berdasarkan keterangan resmi Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax (RON 92) kini menjadi Rp 16.250 per liter dari sebelumnya Rp 12.300 per liter. Sementara itu, harga Pertamax Green 95 (RON 95) naik menjadi Rp 17.000 per liter dari sebelumnya Rp 12.900 per liter.

Untuk jenis BBM lainnya diluar Pertamax dan Pertamax Green harganya tidak mengalami perubahan.

Hoki menuturkan, biasanya mobil yang digunakannya memakai Pertamax. Saat itu, harganya masih Rp. 12.300 per liter. ”Tadi saya kaget ngisi BBM di SPBU soalnya tidak baca berita sebelumnya, ternyata sudah berubah dan selisihnya Rp. 4 ribuan sangat mahal,” ungkap pengguna mobil Honda Brio ini.

Dirinya berencana beralih ke Pertalite untuk menghemat pengeluaran harian mobilitasnya menggunakan kendaraan. ”Ya mau gimana lagi, kalau Pertamax mahal, sementara beralih ker Pertalite lagi lah, kebetulan barcode BBM subsidi masih disimpan,” kata Hoki.

”Selisihnya Rp. 6 ribu. Kalau Pertalite kan masih Rp. 10 ribu, pertamax sekarang Rp. 16 ribu per liter,”.

Konsumen lainnya, Anita mengakui penyesuaian harga BBM khususnya Pertamax sangat memberatkannya. Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), dirinya setiap hari berangkat kerja menggunakan kendaraan roda dua.

”Biasanya saya dua hari sekali isi full BBM Pertamax SPBU, Rp. 50 atau Rp. 60 ribu sudah penuh, tapi sekarang bisa Rp. 70 hingga Rp. 80 ribu,” ucapnya.

Dirinya akan beralih ke Pertalite guna melakukan penghematan pengeluaran konsumsi BBM. ”Tidak ada pilihan lain, beralih ke Pertalite dulu. Tapi, semoga secepatnya kembali stabil, dan BBM bisa terjangkau kembali,” harap Nita.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....